Hakim Bebaskan Hendra Terkait Ditetapkan Tersangka oleh Kejari Kuansing

0
213

RASIO.CO.Kuansing – Pengadilan Negeri (PN) Teluk Kuansing mengabulkan permohonan prapid Hendra HP dalam kasus dugaan korupsi SPPD Fiktif.

Hendra AP merupakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing.

Hal ini diputuskan dalam sidang praperadilan yang dipimpin Timothee Kencono Malye, SH pada Senin, (5/4/2021) siang.

“Untuk itu, Kajari Kuansing Hadiman untuk mencabut atau membebaskan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing, Hendra AP” ujar Timothee

Sebelunya, Hendra AP ditahan dan Penetapan Tersangka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi Nomor : B-461/L.4.18/Fd.1/03/2021 Tanggal 10 Maret 2021 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi Nomor : Print-04/L.4.18/Fd.1/02/2021, tanggal 03 Februari 2021, atas nama Tersangka Hendra AP. (Pemohon) yang diterbitkan oleh termohon tidak sah,” ujar Timothee.

Kemudian, hakim menyatakan proses penyidikan yang dilakukan oleh termohon terhadap pemohon adalah tidak sah, karena bertentangan dengan Undang-Undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 jo. Pasal 1 Angka 14 jo. Pasal 183 jo. Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 185 KUHAP jo. Putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-XII/2014, tertanggal 28 April 2015 KUHAP.

“Memerintahkan termohon untuk membebaskan pemohon dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan. Saat ini, Hendra AP sudah ditahan Kejari Kuansing. Penahanan dilakukan sejak Kamis, 25 Maret 2021 dan dititipkan di Mapolres Kuansing.

Selain itu, pengadilan meminta agar mengembalikan kemampuan, kedudukan serta harkat dan martabat pemohon dalam kedudukannya ” tutup Timothee

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing telah menetapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), inisial H sebagai tersangka sejak Rabu, 10 Maret 2021 pekan lalu.

Penetapan tersangka dilakukan setelah pihak Kejari memanggil saksi-saksi terkait SPPD fiktif dilingkukangan BPKAD Kuansing,Hal itu diungkapkan oleh Kajari Kuansing, Hadiman kepada awak media Senin (15/03/21).

Terkait dengan ini H  kembali akan dipanggil kembali Selasa 16/3/2021 untuk dimintai keterangan sebagai tersangka yang tentunya diharapkan kepada pihak-pihak yang telah dijadwalkan untuk diperiksa agar hadir memenuhi surat panggilan.

“Bila Ia (H) tidak hadir kami akan panggil lagi dengan surat panggilan kedua hari Jumat, dan bila juga tidak hadir kami layangkan panggilan ketiga hari Selasa lagi. Bila sampai panggilan ketiga tidak jelas juga kedatangannya, tentu kami akan terapkan ketentuan hukum yang ada, mungkin bisa saja dilakukan seperti penangkapan dan langsung penahanan,” kata Hadiman.

Sebelumnya, pihak Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah ( BPKAD) Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, diwakili oleh Kabid Aset Hasvirta, menyerahkan ratusan juta uang SPPD yang diduga fiktif kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing. Uang senilai Rp. 493 juta lebih itu langsung diterima Kajari beserta jajaran penyidik di kantor Kejari Kuansing.

“Uang yang baru diserahkan Rp.493 juta lebih, ini kasus SPPD Fiktif pada BPKAD Tahun 2019, ini hanya bon minyak saja,” ungkap Hadiman.

Rian@www.raaio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY