Hakim Mentahkan Tuntuan Jaksa jadi Separoh Hukuman Cai Fung

57

RASIO.CO, Batam – Kasus dugaan penggelapan terdakwa Cai Fung beraakhir sudah , dimana Majelis Hakim Ketua Syahlan memutus 2 tahun penjara.

Dimana diketahui Cai Fung terbukti menggelapkan uang perusahaan ditempatnya bekerja
senilai lebih kurang 2 juta dolar Singapura.

Parahnya, putusan hakim terindikasi aneh karena sangat berbeda jauh dengan tuntutan JPU Samuel Pangaribuan yakni 4,6 tahun penjara .

Ironisnya lagi , putusan hakim ini hanya dijawab JPU dengan mengatakan pikir-pikir dimana seharusnya banding, sedangkan PH terdakwa Tantimin melakukan hal yang sama Pikir-pikir juga terhadap putusan hakim ini.

“Terdakwa Cai Fung terbukti bersalah dan dihukum 2 tahun penjara,” kata Syahlan diruang lain yang dialihkan dari ruang sidang utama PN Batam. Rabu(15/08).

Diketahui, Terdakwa Cai Fung akhirnya dituntun JPU Ari Prasetyo, 4,5 tahun penjara karena terbukti melakukan penggelapan dalam jabatan dalam kasus dugaan penggelapan dana perusahaan senila 2 juta dolar.

“Perbuatan terdakwa terbukti sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374
KUHPidana Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dan dituntut 4 tahun penjara,” Kata JPU Penganti Ari Prasetyo.Kamis(02/08).

Sidang dilanjutkan majelis hakim ketua DR Syahlan SH,MH didampingi dua hakim anggota
untuk mendegarkan pledoi PH terdakwa Cai Fung.

Diketahui, Terdakwa Cai Fung tersandung kasus dugaan penggelapan dana perusahaan dan diduga merupakan korban para mafia asing yang diduga berusaha menggelapkan pajak oleh perusahaan mengais pundi rupiah di Batam.

Para mafia asing berdasi ini diduga mengorbankan Cai Fung yang merupakan mantan
Accounting dan HRD PT.Laut Mas cabang Batam dimana induk perusahaan Megastar Shipping Pte Ltd bergerak di bidang expedisi barang Batam-S’pore.

“Diduga Konspirasi sangat rapi mengorbankan terdakwa karena perusahaan asing mengais
rupiah di negara kita, diduga membuat agen di Batam untuk menghindari pajak dan saat ini kabarnya sudah dilaporkan ke pajak,”kata RD, PH mendamping terdakwa di Batamcentre. Selasa (10/07).

Sementara itu, Kasus sedang bergulir dipersidangan PN Batam.Selasa(10/07) dengan agenda mendegarkan 5 keterangan saksi.

Terdakwa Cai Fung akunting PT.Laut Mas perkara dugaan penggelapan uang perusahaan 2 juta Dollar Singapura milik Megastar Shipping Pte Ltd.

Sidang yang diketuai oleh Hakim Dr. Syalan, SH.,MH, ini, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan, SH dan Ari Prasetyo, SH menghadirkan 5 orang saksi, Sun Kim, Yustan, So Anju, Sue Yin, dan Refri Kamel.

Dari 5 saksi yang dihadirkan, 3 orang saksi, Sun Kim sebagai akunting, So Anju selaku Manager Admin dan Yuston Direktur dari PT. Trakindo telah memberikan kesaksiannya, sedangkan 2 saksi lain akan dilakukan pada tanggal 12 Juli 2018.

Dari keterangan para saksi, banyak yang tidak singkron sehingga membuat PH terdakwa jadi berang.

Akibatnya rasa berang itu, sidang ini juga sempat terjadi ketengangan emosional antara PH
terdakwa dengan hakim lantaran pertanyaan yang ditanyakan oleh para PH terdakwa, Ibnu
Hajar, SH, Sumardi, SH, Amir Mahmud, S.Ag., MH, Tantimin, SH dan Rudianto, SH kepada saksi Yuston dinilai hakim telah di keluar konteks dari perkara yang disidangkan.

Dari pertanyaan yang dilontarkan oleh para PH terdakwa tersebut, seperti mengarah kepada dugaan seakan terdakwa adalah korban konspirasi yang dikambing hitamkan oleh pihak pelapor diduga dengan tujuan lain.

Dugaan tersebut diperkuat lagi setelah saksi Yustan yang mengatakan bahwa Mega Star Ltd, PT. Trakindo dan PT. Laut Mas adalah satu group, dan diakuinya lagi terdakwa pernah memberikan sejumlah uang dari perusahaan PT. Laut Emas untuk mendirikan perusahaan PT. Trakindo.

Tak lama setelah ketegangan itu dan melihat waktu tidak mendukung untuk dilanjutkan, Hakim Dr. Syahlan lalu mengundur sidang ini hingga 2 hari ke depan.(red/dk/di).

APRi@www.rasio.co

Berikan komentar anda