Hakim Mentahkan Tuntutan Jaksa, Yunus Kader Gerindra Melenggang ke DPRD

0
1023

RASIO.CO, Batam – Tidak terbukti melakukan money politik disaat masa tenang menjelang pencoblosan 17 April 2019, Majelis Hakim Batam membebaskan terdakwa Muhammad Yunus dari tuntutan JPU 3 bulan penjara serta denda Rp10 juta.

Selain itu, hakim dalam amar putusannya meminta memulihkan nama baik terdakwa dan atas putusan hakim membebaskan terdakwa, maka Celeg dari partai Gerindra Muhammad Yunus bakal melenggang ke dewan menduduki sebagai wakil rakyat DPRD Batam.

Sementara itu, majelis hakim ketua Jasael didampngi dua hakim anggota mengatakan dalam amar putusannya, bahwa berdasarkan keterangan saksi Hubertus, Binsar Silalahi, Ance Sianipar dan Ronal dipersidangan diketahui tidak merupakan juru kompanye yang terdaftar KPU Kabupaten/Kota sesuai Pasal 272 ayat(1) UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

“(l) Pelaksana Kampanye Pemilu dan tim kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269, Pasal 27O, dan Pasal 271 harus didaftarkan pada KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.”

Sedangkan terdakwa melakukan dugaan money politik sebagai peserta pemilu Masa Tenang sebagaimana dimaksud dalam pasar 276 berlangsung selama 3 (tiga) hari sebelum hari pemungutan suara.tidak terbukti.

Sehingga dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum(JPU) sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 521 jo Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum tidak tepat dan tidak terbukti.

“Untuk itu terdakwa Muhammad Yunus dengan no urut 7 dari partai Gerindra dibebaskan dari segala tuntutan dan diperintahkan memulihkan nama baik terdakwa,” kata Majelis hakim ketua Jasael diruang sidang utama PN Batam, Senin(10/06).

Sementara itu, usai majelis hakim membacakan amar putusan,hakim memberi kesempatan terhadap JPU, Maupun PH serta terdakwa jika tidak merasa puas atau tidak terima melakukan upaya hukum lainnya dengan masa tenggang waktu 3 hari.

Sedangkan,para pengunjung sidang yang didominasi massa terdakwa bersujud syukur serta menggumandangkan “Allhu Akbar” atas putusan majelis hakim dan sidang pembacaan putusan hakim terkait kasus Money {olitik ini mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan menyiagakan satu unit mobil water canon.

Sementara itu, sampai berita ini diunggah, awak media belum berhasil mengkonfismasi pihak JPU atas dibebaskan terdakwa dari tuntan jaksa, apakah ada akan melakukan upaya Banding, Pikir-pikir maupun terima atas putusan majelis hakim tersebut.

Berita sebelumnya, Komisioner Bawaslu Batam, Bosar Hasibuan sebut dipersidangan bahwa diduga kasus Money politik oknum caleg partai Gerindra Muhammad Yunus akibat ada sakit hati dari relawan bernama Hubertus karena janji-janji yang tidak ditepati terdakwa.

“Laporan dugaan money politik karena sakit hati relawan terdakwa, dan Binsar serta Hubertus saya pastikan relawannya terdakwa,” Kata Bosar diruang sidang utama PN Batam.Rabu(28/05).

Hal ini diungkapkan Bosar ketika dicecar majelis hakim dengan pertanyaan dimana untuk mencari kebenaran atas tunduhan adanya money politik yang diduga dilakukan caleg Gerindra Muhammad Yunus.

Hakim anggota Chandra sempat mencerca Bonsar dengan pertanyaan seputar tugasnya sebagai pengawas pemilu, apakah tugasnya dijalankan karena terindikasi adanya dugaan rekayasa.

“Ini menurut pendapat saudara y bahwa saksi pelapor merupakan relawan terdakwa dan akibat sakit hati karena terdakwa tidak menepati janji,”

“dan berdasarkan hasil rapat plano tampa klarifikasi terdakwa kasusnya ditingkatkan jadi tersangka,”kata Chandra mempertegas ucapan saksi Bosar.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum(JPU) Syamsusl Sitinjak melakukan hal yang sama atas keterangan saksi Bonsar dipersidangan mengatakan akibat sakit hatinya relawan terdakwa , terutama saksi Hubertus membawa media nasional ke kantor Bawaslu.

“Benar saudara Hubertus awalnya mau melapor dan membawa media, coba saudara jelaskan,” kata JPU Syamsusl.

Saksi Bosar membenarkan, dan menggatakan, awalnya Hubertus memang awalnya mau melapor dan membawa media salah satunya TV One tetapi akhirnya hanya memberi informasi dan Hubetus dipastikan tidak terdaftar sebagai Tim Kompaye terdakwa.

“Pelapor dan Hubertus saya pastikan tidak terdaftar di KPU Sebagai Timses terdakwa,” jawab Bosar.

Sebelumnya, Terdakwa Muhammad Yunus merupakan caleg asal partai Gerinda duduk di bangku pesakitan PN Batam karena diduga melakukan kecurangan membagikan uang agar terpilih jadi anggota dewan Kota Batam periode 2019-2024.

Sebelumnya, Muhammad Yunus pernah duduk sebagai anggota DPRD Batam dari partai demokrat, namun gagal duduk bertanding di tahun 2014-2019.

Akan tetapi ditahun politik ini, terdakwa berhasil meraih suara terbanyak dibanding lawannya WT dan duduk sebagai caleg, namun terancam kandas jika terbukti dipersidangan melakukan money politik di dapilnya diduga atas laporan timsesnya Hubertus.

Dalam agenda sidang yang diketuai majelis hakim ketua Jasael didampingi dua hakim anggota , terdakwa melalui kuasa hukumnya melakukan esepsi dan pengacara negara melalui JPU Syamsul Sitinjak telah melakukan jawaban dan akhirnya hakim menskor sidang hingga jam 16.00 wib.

“Sidang kami skor untuk bermusyawarah , untuk mutuskan ,” kata Jasael sambil memeukulkan palu tiga kali di ruang sidang utama PN Batam.Senin(26/05).

Setelah pukul 16.00 WIB, majelis hakim kembali membuka sidang, akan tetapi hakim memutuskan menunda sidang besok. Selasa(27/05) sekira pukul 9.00 WIB.

Diketahui, Selasa(16/05/2019) sekirapukul 13.00 wibsaksi Hubertus Laka Demu yang sudah mengenal terdakwa Muhammad Yunus datang bersama saksi Binsar Sialahi kekediaman terdakwa yang berada di Komplek Puri Agung 3 Blok B3 No. 01 Rt. 02 Rw. 23 Sei Beduk, Batam.

Tujuan untuk mengenalkan saksi Binsar dengan terdakwa. Laluter dakwa meminta bantuan saksi untuk mencari suara dari warga agar memilihnya pada saat pemilu tanggal 17 April 2019 dengan memberikan uang sebesar Rp. 100.000,- per orang.

Kemudian terdakwa memberikan uang sebesarRp. 2.300.000,- dan contoh surat suara sebanyak 23 lembar, kalender sebanyak 23 lembar, stikerber gambar Caleg Muhammad Yunus dan kaos warna putih bergambar Partai Gerindra dengan tulisan terdakwa.

selain itu terdakwa ada menjanjikan apabila terpilih dan duduk sebagaianggota Dewan akan memberikan uang kepadasaksi Binsar , namun nominalnya tidak disebutkan.

Selanjutnya pada hari selasa tanggal 16 April tahun 2019 sekirapukul 19.30 wib, saksi Binsar langsung membagikan Uang sebesarRp.300.000,- , 1 lembar contoh surat suara, 1 lembar stiker kepada Saksi Ance Sianipar di rumahnya yang berada di KavlingBukit AyuWiduri Blok A4 Nomor 11 TanjungPiayu Kota Batam.

Dan mengatakan agar memilih Caleg Muhammad Yunus denganNomorUrut 7 Dapil 3 dari Partai Gerindra. Selanjutnya sekirapukul 20.00 wib , saksi Binsar pergi kedepan warung kopi Perumahan Bukit Ayu Lestari KelurahanMangsang dan memberikan Uang sebesarRp.200.000,- .

1 lembar contoh surat suara, 1 lembar stiker dan kalender bergambar terdakwa kepada Saksi Ronal David Simamora dan memberitahukan agar memilih terdakwa denganNomorUrut 7 Dapil 3 dari PartaiGerindra.

Atas Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 523 ayat (2) Jo Pasal 278 ayat (2) Undang-Undang Nomor : 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY