Hakim Minta Polisi Tutup Gelper Botania

123

RASIO.CO, Batam – Maraknya kasus Gelanggang Permainan(Gelper) kepersidangan PN Batam membuat hakim gerah , bahkan hakim meminta terhadap saksi penangkap dipersidangan untuk menutup gelper Botania yang diduga kental unsur judinya.

Pasalnya, terkuak dipersidangan yang dijadikan tersangka hanya para pekerja seperti, Manager, Wasit, Kasir dan pemain serta penjaga gelper yang selalu duduk dibangku pesakitan PN.Batam.

“Tutup saja gelper di Botaniatu pak polisi, apalagi pemiliknya berhasil kabur ,” Kata salah
seorang hakim dipersidangan. Rabu(01/08).

Hakim Majelis Ketua Mangapul Manalu kembali mempertanykan terhadap saksi penangkap,
apakah gelper Botania SS Zone memiliki izin dari pemerintah?serta berapa barang bukti yang berhasil diamankan ketika dilakukan penggrebekan?.

“Kalau izin tidak tahu yang mulia tetapi barang bukti diamankan 1 unit mesin serta uang tunai Rp190 ribu dan penggrebekan atas informasi masyarakat,” kata Saksi Agung di persidangan.

Lanjut, hakim, siapa bos atau pemilik gelper tersebut? dan mereka yang duduk sebagai terdakwa semuanyakan?, atas pertanyaan hakim ini saksi menjawab bahwa ketika penggrebekan tidak ditemukan bosnya, namun salah seorang terdakwa mengatakan bosnya Adi Mulyadi.

“Bosnya Adi Mulyadi yang mulia tetapi kabur yang mulia,”ujar salah seorang terdakwa bernama Syahrul.

Seperti diketahui, Gelper SS Zone ditangkap Tim Ditkrimum Polda Kepri bulan Maret 2018
bertempat di Komplek Botania Garden Blok B-II No. 7-8 Kel. Belian Kec. Batam.

Pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas berawal dari informasi masyarakat ada perjudian yakni bermain dengan menggunakan mesin Mekanik / Elektronik di Gelper SS Zone di Gelanggang Permainan Mekanik/Elektronik SS Zone yang hadiahnya bisa ditukar dengan uang tunai di Komplek Botania Garden,

Ketika saksi Roni Ryan Willy Aritonang, saksi Agung Wahyudi, saksi Syamsudin Hasibuan dan saksi Dede Permana merupakan polisi Polda Kepri melakukan penyamaran datang langsung ke Gelanggang Permainan Mekanik/Elektronik.

Ketika sampai dilokasi Gelanggang Permainan Mekanik/Elektronik SS Zone saksi Agung
Wahyudi dan saksi Roni Ryan Willy Aritonang (saksi dari Polda Kepri) melihat terdakwa
mendatangi saksi Yosef Faransisko alias Black (dalam perkara terpisah) .

Lalu untuk menukarkan hadiah rokok hasil permainan perjudian dengan uang tunai dan saat terdakwa melakukan penukaran hadiah rokok dengan uang tunai para saksi dari kepolisian melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan saksi Yosef Faransisko alias Black.

Saksi Agung dan tim menyita 2 (dua) slop rokok H Mild dari saksi Yosef Faransisko alias Black sedangkan dari terdakwa saksi Agung dan timmenyita uang tunai berjumlah Rp 190.000,- (seratus sembilan puluh ribu rupiah),

Ketika diintrogasi oleh para saksi dari kepolisian bahwa 2 (dua) rokok slop H Mild yang ditukarkan menjadi uang tunai Rp 190.000,- adalah hadiah kemenangan bermain tindak pidana perjudian jenis mesin piala di Gelanggang Permainan Mekanik/Elektronik SS Zone sedangkan uang tunai Rp 190.000,- adalah uang modal yang diserahkan oleh pemilik Gelanggang Permainan.

Bahwa permainan perjudian Mekanik/Elektronik SS Zone diadakan ditempat umum atau mudah dikunjungi umum yang bersifat untung-untungan yang dilakukan dengan cara pemain mengisi kredit poin kemudian pemain memilih nomor 1-12 yang ada pada gambar mesin.

Setelah dipilih kemudian mesin akan memutar bola dan apabila bola tersebut berhenti pada
nomor yang dipilih maka otomatis kredit poin pemain tersebut akan bertambah dan poin yang diperoleh oleh pemain tersebut ditukar oleh pemain dengan uang tunai.

Bahwa dalam permainan judi Mekanik/Elektronik terdakwa membeli koin melalui wasit saksi Nuraina Suhada alias Ana (dalam perkara terpisah) lalu melalui saksi Nuraina terdakwa mengisi kredit poin di mesin piala kemudian terdakwa menyerahkan uang pembelian kredit point kepada kasir yakni saksi Rismawati alias Risma(dalam perkara terpisah) .

Kemudian terdakwa cancel kredit poin dan saksi Nuraina Suhada memberitahukan kepada saksi Ali Akbar alias Akbar (dalam perkara terpisah), bahwa terdakwa cancel poin setelah itu pengawas yakni saksi Ali Akbar memberitahukan kasir yakni saksi Riani alias Ndut (dalam perkara terpisah)

Dan kemudian saksi Riani alias Ndut menyerahkan hadiah rokok kepada saksi Ali Akbar untuk diberikan kepada terdakwa sebagai hadiah setelah itu terdakwa menukarkan rokok tersebut dengan uang tunai kepada saksi Yosef Fransisko alias Black.

lalu saksi Pendi (dalam perkara terpisah) membawa rokok tersebut ke dalam gelanggang
permainan mekanik/elektronik SS Zone. Bahwa permainan judi mekanik/elektronik SS Zone tidak ada izin dari pihak yang berwenang.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHPidana.-Atau
Kedua Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHPidana.

dan atau Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 303 bis ayat (1) ke-2
KUHPidana dan atau Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 303 bis ayat (1)
ke-2 KUHPidana

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda