Hakim Periksa Satu per Satu 4 Terdakwa Kasus 40 Ribu Butir Ekstasi

47

RASIO.CO, Batam – Hari ini, Majelis Hakim Pengadilan PN Batam mengagendakan sidang pemeriksaan terdakwa satu per satu terkait 4 terdakwa Ngo Chee Wei, 3 terdakwa Tiu Hu How, Bong Hae Yuan dan Lee Bing Chong karena ada perbedaan pengakuan terkait barang bukti 240 ribu dolar singapura.

Dimana sebelumnya, Terdakwa Ngo Chee Wei salah seorang terdakwa kasus dugaan transaksi 40 ribu butir pil ekstasi di kamar 722 hotel Planet Holiday akui ketika pengkapan ada uang lebih kurang 200 ribu dolar Singapura.

“Benar ada uang dalam sefety bok lebih kurang 200 ribu dolar Singapura saat dikamar tersebut bersama 40 ribu butir ekstasi,” kata terdakwa di sidang PN Batam melalui penterjemahnya.Rabu (15/08).

Sidang terdahulu, di dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)
Rumondang Manurung, SH membacakan bahwa selain BNNP Kepri mengamankan BB 40 ribu butir pil ekstasi dan juga mengamankan BB uang 240 ribu dollar Singapura.

Namun saat hakim menanyakan di mana BB uang itu ke saksi penangkap, kepada hakim
Mangapul Manalu, SH saksi menjawab, tidak mengetahuinya.

Para terdakwa ini ditangkap BNNP Kepri di Bulan Maret 2018 saat melakukan transaksi yang kedua dengan pembeli yang bernama SAS di Kamar 722 Hotel Planet Holiday, Batam.

Ketika JPU Rumondang menanyakan, apakah pembeli ekstasi di bulan Januari 2018 juga orang yang sama bernama SAS, Ngo Chee Wei membenarkannya.

Di bulan januari tahun 2018 lalu, saksi Ngo Chee Wei mengaku pernah berhasil transaksi dengan mengambil pembelian pil ekstasi dari SAS (DPO) sebanyak ratusan dollar Singapura dengan upah RM 1500 (Ringgit Malaysia) perorangnya.

Pengakuannya upah itu mereka terima dari bosnya bernama Ahok seorang bandar Narkoba di Malaysia.

Dari pengakuan saksi Nge Chee Wei yang berbelit-belit, juga sempat membuat jaksa Rumondang emosi dalam sidang.

Ketika hakim menayakan, apakah para terdakwa lain ada rasa keberatan dan terima terhadap pengakuan saksi Ngo Chee Wei, 3 terdakwa Tiu Hu How, Bong Hae Yuan dan Lee Bing Chong membenarkannya.

Disidang sebelumnya, saksi penangkap kepada hakim mengatakan, selain menangkap 4 terdakwa juga ikut menangkap SAS.

Saat penangkapan itu, SAS ikut diborgol, namun saat permisi ke kamar mandi, SAS berhasil lolos melarikan diri.

Soal benar ada tidaknya BB uang sebanyak 240 dollar Singapura yang ada di dalam dakwaan tersebut, ketika awak media ini menkonfirmasinya kepada Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard M Nainggolan, ia mengatakan bahwa itu tidak benar.

“Itu tidak benar, dan itukan hanya pengakuan terdakwa, tanyakan juga ke penyidiknya, ada tidak menyita uang itu?.Jadi itu tidak benar,” jawab Brigjen Pol Richard M Nainggolan di Dinamikakepri.com.

Senada dengan Kabid Berantas BNNP Kepri AKBP Bubung Pramiadi, ketika dikonfirmasi pada Rabu (15/8) malam, juga menjawab demikian.

“Terdakwa bebas mau ngomong apa saja,” jawab AKBP Bubung Pramiadi singkat via selularnya.

Saat ini, sidang ini tengah menjadi perhatian khalayak ramai. Baik media maupun masyarakat Batam. Terpantau awak media ini di saat sidang pada Rabu (15/8) sore, ruang sidang tempat terdakwa di sidangkan, penuh dengan pengunjung.

Ketertarikan masyarakat mengikuti sidang ini ternyata bukan karena kasus Narkobanya,
melainkan ingin tahu tentang benar tidaknya kebenaran BB uang sebesar SGD 240 ribu itu.
Sebab jika uang SGD itu ditotalkan ke rupiah jumlahnya mencapi Rp 2,5 miliar.

Dalam perkara ini, oleh JPU, ke empat terdakwa dijerat pidana pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.Dari pasal yang dijeratkan, para terdakwa terancam hukuman mati.(red/dk/di).

Berikan komentar anda