Hakim PN Batam Vonis Ringan Marzuki Nahkoda Penyeludup Miras

136

RASIO.CO, Batam – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam memvonis ringan dua nahkoda kapal KM Setia Kawan penyeludup miras terdakwa Marzuki dan Hoa Thong Als Atong Nahkoda speed 800 PK.

Ironisnya, Terdakwa Nahkoda KM Setia Kawan yang diduga membawa miras 150 karton hanya divonis denda Rp5 juta jika tidak dibayar maka diganti kurungan dua bulan serta kapal dikembalikan dan terdakwa Atong divonis 5 bulan serta kapal juga dikembalikan.

Parahnya, dalam vonis yang dilakukan majelis hakim ketua TS,MCH dan EG di tanggal 15
Agusturs 2018 dalam perkara 624/Pid.B/2018/PN/ Btm tersebut terdakwa Marzuki mendapat keistimewaan tidak ditahan selama persidangan.

Kapal KM Setia Kawan merupakan tangkapan TNI AL KRI Pulau Rusa – 726 beberapa bulan
lalu, sedangkan Marzuki di jerat Marzuki pasal Dakwaan Pasal 302 ayat (1) Jo pasal 117 ayat (2) UU Nomor :17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan ancaman dipidana denganpidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan dendapaling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sedangkan terdakwa Hoa Thong Als Atong divonis 5 bulan penjara denda 10 juta dan vonis kedua terdakwa yang diduga merupakan pemyeludup dituntut JPU Rumondang sama dengan vonis hakim PN Batam.

Atong dijerat Pasal 323 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008, tentang Pelayaran dengan ancaman hukuman 5 tahun denda Rp600 juta, namun hanya dituntut JPU Rumondang 6 bulan , divonis hakimRumpal Sagala 65 bulan.

Diketahui, Bermula pada hari Selasa tanggal 10 April 2018 sekira pukul 05.00 wib terdakwa Marzuki bersama dengan 10 Anak Buah Kapal membawa KM Setia Kawan berangkat dari Pantai Stress menuju ke Singapura.

Sesampainya di Pulau Dua terdakwa bersama dengan 10 ABK KM Seta Kawan melakukan ijin masuk wilayah Singapura dengan diberikannya izin port clearance certificate Nomor :E47918 dan distempel oleh pihak imigrasi Singapura.

Bahwa kemudian terdakwa berlayar membawa KM Setia Kawan bersama dengan 10 ABK menuju Jurong Port Singapura dan tiba sekira 10.00. Selanjutnya sekira pukul 17.00 wib terdakwa bersama dengan 10(ABK) membawa KM. Setia Kawan berangkat dari perairan Singapura menuju Thailand.

Bahwa pada hari Rabu tanggal 11 April 2018 sekira pukul 01.00 wib Pengawas melaporkan
kontak ke Perwira Jaga selanjutnya memerintahkan saksi Alan Nur Frengky dan saksi Denizal Hifzhan Abidin Anggota TNI Angkatan Laut yang sedang melaksanakan Tugas Jaga untuk mengupload posisi kontak tersebut , dan setelah i upload kontak tersebut berada di posisi 01 15.383’ N – 104 08.981’ E .

Setelah mengetahui posisi tersebut saksi Alan Nur Frengky dan saksi Denizal Hifzhan Abidin melaporkan hasil temuan dan oleh Komandan KRI Pulau Rusa – 726 memerintahkan peran tempur bahaya umum dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan.

Bahwa setelah mendapat perintah tersebut Perwira Jaga untuk mendekati dan mengidentifikasi kontak dan setelah mendekat diketahui bahwa kapal tersebut adalah KM . Setia Kawan.

Selanjutnya saksi Alan Nur Frengky dan saksi Denizal Hifzhan Abidin memerintahkan nahkoda kapal untuk merapatkan KM.Setia Kawan dilambung kanan KRI Pulau Rusa – 726.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda