Hakim Pertanyakan 240 Ribu Dolar Hasil Transaksi Ekstasi di Planet Holiday

433

RASIO.CO.Batam – Majlis hakim ketua Mangapul Manalu mempertanyakan terhadap penyidik BNN terkait kebenaran uang S$240 ribu dolar yang diduga hasil transaksi ekstasi 40 ribu butir di kamar 722 hotel Planet Holiday Batam. Rabu(25/07).

Dimana keempat terdakwa merupakan warga negara Malaysia ditangkap BNNP Kepri bulan Mau 2018 lalu, yang merupakan hasil informasi masyarakat. Sedangkan pemasok Ahao (DPO) dan SAS(DPO)  pelaku berhasil lolos.

Saksi tadi sempat mengatakan dikamar 722 hotel Planet Holiday salah seorang terdakwa sedang membuka satu bungkus ekstasi dan ada uang 240 ribu dolar S’pore, apakah itu benar? Tanya Mangapul terhadap saksi penangkap BNN.

“Tidak ada yang mulia hanya ekstasi 40 ribu butir saja,” kata saksi penyidik berusaha perbaiki keterangannya awal.Selasa(17/07) lalu.

Tapi tadi saudara saksi awalnya menceritakan ada uang tersebut!, Sekali lagi saya tegaskan, apa benar ada uang ketika penangkapan di kamar hotel tersebut?

“Hanya ekstasi yang mulia,” kata saksi merasa terpojok.

Kata Hakim keempat terdakwa ,Tiu Hu How, Ngo Chee Wei, Lee Bing Chong dan Bong Hae Yuan melakukan transaksi ekstasi 40 ribu butir dikamar 722 planet hotel dimana NgoChee Wey alias SAS sedang menghitung ekstasi yang dikirim Ahao(DPO), Apa peran SAS dan kenapa sampai berhasil kabur dan ditetapkab DPO.

“SAS peranya memastikan barang dikamar dan diduga membayar uang dan berhasil melarikan diri ketika akan keluar mobil di kantor BNN,”jelas saksi.

Diketahui, dimana NgoChee Wey alias SAS sedang menghitung ekstasi untuk memastikan bahwa Obat Goyang (Ekstasi) yang dikirimkan oleh Ahao(DPO) sudah sampai sesuai dengan jumlah yang telah dikirim di Kamar Hotel Planet Batam yaitu sejumlah 40.000 dengan jumlah uang Singapore $ 240.000.

Diberitakan sebelumnya, Keempat terdakwa berhasil ditangkap petugas BNNP Kepri dan berhasil mengamankan 40 ribu butir ekstasi yang ditemukan dalam kamar 722 hotel Planet Batam. Minggu(04/02/2018) lalu.

Ironisnya, SAS diduga asal Batam berhasil melarikan diri saat di giring kekantor BNNP Kepri dan ditetapkan DPO, sedangkan bandar Ahao asal Malaysia pun DPO.

Parahnya, keempat terdakwa pernah berhasil melakukan transaksi Inek tersebut 30 ribu butir dan mendapat upah bervariasi dengan total 10.000 Ringgit Malaysia.

Kali ini para terdakwa apes dan berhasil di tangkap petugas BNN dengan barang bukti 40 ribu dan nilai transaksinya S$.240.000.

Keempat terdakwa dijerat diancam pidana Pasal 114(2) Jo pasal 132 ayat(1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkoba. dan keempat terdakwa perkaranya displit , namun sidangnya berbarengan dan menghadirkan penterjemah bahasa Mandarin karena terdakwa tidak bisa berbahasa Indonesia.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda