Harapan Pencari Keadilan

0
130
Advokad Ramsen Siregar, SH.MH

Dalam praktik hukum, Pencari keadilan pada umumnya datang ke pengadilan karena ada persoalan yg berkaitan dengan kepastian hukum, atau karena Pencari keadilan itu sedang bersengketa dengan pihak lain yang tidak dapat diselesaikannya sendiri. Maka dari itu, Pencari keadilan datang ke Pengadilan.

Dalam hidup ini, terkadang kita dihadapkan pada persolan yang dapat kita selesaikan sendiri, namun tak jarang pula kita tidak dapat menyelesaikan permasalahan kita sendiri, meskipun kerja sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) yg dianggap mumpuni menyelesaikan masalah. Kita perlu bantuan orang lain.

Apabila 2 pihak memiliki persoalan hukum terkadang bisa diselesaikan sendiri, akan tetapi kadang membutuhkan bantuan dari pihak ketiga. Pihak ketiga itu dapat berupa perseorang atau badan diluar pengadilan atau pengadilan itu sendiri.

Pada umumnya bila sengketa telah dapat diselesaikan diluar pengadilan maka tidak perlu di bawa ke pengadilan. Tapi bila tidak dapat diselesaikan diluar pengadilan, para Pencari keadilan itu akan membawa persolan hukumnya ke pengadilan.

Para Penacari keadilan datang ke pengadilan agar pengadilan dapat menyelesaikan sengketa atau persoalan hukum menurut tatanan hukum.

Yahya Harahap menegaskan bahwa tujuan berperkara di Pengadilan bukan sekedar mencari kebenaran yg kabur, akan tetapi lebih bertujuan untuk memecahkan dan sekaligus menyelesaikan masalah serta memberi kepuasan kepada para pihak yang bersengketa, agar dapat melangkah ke masa depan.

Apa harapan pencari keadilan terhadap pengadilan?

Setidaknya ada 4 hal yg diharapkan pencari keadilan kepada pengadilan, yaitu: mendapatkan pelayanan yg adil dan manisiawi, pelayanan prima yg simpati dan membantu pencari keadilan sebatas yg tidak dilarang oleh hukum, menyelesaikan sengketa atau persoalan hukum secara tuntas dan final dan mendapatkan perlindungan hukum dan keadilan sehingga benar benar memperoleh keadilan yg nyata melalui peradilan dan eksekusi yg sederhana, cepat, dan biaya ringan.

Pengadilan Mesti Mainkan 2 Peran.

Guna memberikan pelayanan yang adil dan manusiawi, pengadilan mesti memainkan sekaligus 2 peran penting, yaitu sebagai pemegang kekuasaan kehakiman dan sebagai pelayan hukum.

Seorang pelayan mesti mampu melayani dengan baik dan benar. Untuk itu, karena yang dilayani adalah manusia yang sedang bermasalah, maka seluruh organ pengadiln perlu ilmu khusus untuk melayani. Bukan saja ilmu hukum, tapi ilmu lainnya pendukung ilmu hukum itu sendiri sangat berperan penting untuk menyelesaikan masalah secara final dan tuntas.

A. Mukti Arto mengatakan manusia memiliki kebutuhan dasar berupa kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa memiliki dan dimiliki, rasa kasih sayang, penghargaan dan aktualisasi diri, serta kebutuhan akan pertumbuhan.

Dalam ilmu budaya dasar dijelaskan manusia memiliki watak dasar senang pada ke indahan, cinta kasih, kerapian, keserasian, kehalusan, kesopanan, keadilan, kejujuran, kebajikan, dan persahabatan.

Dari sekian banyak watak dasar manusia, kebutuhan akan penhargaan dan aktualisai diri sesunggunya merupakan kebutuhan yang kebih penting dibanding kebutuhan lain.

Setiap orang akan merasa senang apabila mendapat penghargaan atas dirinya dan aktualisainya diakui, ia akan bangga atas dirinya. Dan bahkan ia akan merasa lebih senang lagi apabila kebutuhan dan kesenangannya tercukupi. Sebaliknya, ia akan kecewa dan bahkan naik pitam apabila harga dirinya tersinggung atau direndahkan. Ia akan sakit hati karena tidak dihargai.

penulis: Advokad Ramsen Siregar, SH.MH

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY