Harga Cabai Melonjak di Pasar

8

RASIO.CO, Jakarta – Harga jual komoditas cabai beberapa hari terakhir mengalami lonjakan cukup signifikan. Menurut Kementerian Perdagangan, kenaikan antara lain disebabkan oleh minimnya jumlah pasokan dari beberapa daerah yang belum memasuki masa panen. 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti menyatakan pihaknya telah melakukan penelusuran untuk mencari tahu penyebab kenaikan cabai rawit merah,  rawit hijau serta cabai merah keriting.

“Naiknya karena belum panen sehingga suplai berkurang,” kata Tjahya di katadata.com, Jumat (20/7).

Selain itu, dia pun mengatakan telah bertemu dengan asosiasi petani cabai untuk memastikan penyebab kenaikan harga.

Berdasarkan laporan yang diterima, harga jual cabai diperediksi akan turun secara bertahap karena masa panen akan terjadi dalam waktu dekat.

Sehingga pihak pemerintah tampaknya belum berencana melakukan intervensi harga sebagaimana yang sebelumnya dilakukan untuk menekan harga jual telur .

telur.

Tjahya juga menyakan terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderah Hortikultura Kementerian Pertanian. “Petani binaan Kementerian Pertanian sudah melakukan antisipasi, tapi sepertinya belum bisa memenuhi permintaan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional harga rata-rata cabai per satu kilogram untuk periode 25 Juni 2018 hingga 20 Juli 2018 mengalami kenaikan yang signifikan. Cabai rawit hijau mislanya, yang naik dari Rp 37.300 menjadi Rp 44.350,. Sedangkan cabai rawit merah dari Rp 43.000 per kilogram menjadi Rp 59.850 per kilogram.

Selain itu, harga cabai merah keriting naik cukup tajam dari Rp 36.450 menjadi Rp 40.150. Kemudian, harga cabai merah besar Rp 37.150 menjadi Rp 39.850.

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana membenarkan bahwa musim panen cabai saat ini belum terjadi. Sehingga , pasokan terus berkurang.

Selain karena faktor panen, dia juga menuturkan pola tanam cabai juga mulai berubah. “Tanaman awal tahun sudah mulai berkurang,” kata Dadi.

Sumber:katadata

 

Berikan komentar anda