Hari HAN, Pemrov Raih Anugrah Kategori Perkuat Kelembagaan KPPAD

0
259

RASIO.CO, Batam – Bersimpena Hari Anak Nasional(HAN) Pemprov Kepri menerima anugrah kategori Pemerintah Daerah yang punya Komitmen untuk memperkuat kelembagaan KPPAD, Rabu(22/07).

Anugrah didapat dalam acara Webinar KPAI yang dilaksanakan secara nasional dan diterima langsung Penghargaan tersebut diterima oleh Sekdaprov Kepri Said Fadillah, didampingi seluruh Komisioner KPPAD Kepri, Kepala DP3AKB Kepri Misni dan stake holder anak lainnya.

Ketua KPPAD Provinsi Kepri, Erry Syahrial mengatakan, ini kedua kalinya Pemprov Kepri menerima penghargaan dari KPAI setelah tahun 2014 juga mendapatkan.

Untuk permasalahan dan kasus anak yang ada di Provinsi Kepulauan Riau dari awal tahun hingga saat ini bisa menjadi perhatian bagi berbagai pihak agar lebih peduli lagi dengan anak.

Sejak Januari hingga Juli 2020, KPPAD Provinsi Kepri telah menerima pengaduan dari masyarakat sebanyak 76 kasus anak.

“Kasus anak tersebut terjadi pada berbagai klaster kasus anak dengan perincian kekerasan pada anak 12 kasus, pencabulan 9 kasus, bullying 3 kasus, hak asuh 25 kasus, hak pendidikan 8 kasus, penelantaran 5 kasus, eksploitasi 4 kasus, pencurian 7 kasus, trafiking 3 kasus, kenakalan 3 kasus dan pornografi 1 kasus,” jelas Erry, Kamis (23/7).

Erry menambahkan, jumlah ini baru jumlah kasus, belum lagi jumlah anak yang terlibat dalam kasus tersebut angkanya jauh lebih tinggi, biasanya untuk satu kasus anak, menimpa pada beberapa korban anak.

“Contohnya meski hanya menerima satu kasus pornografi, namun jumlah anak yang jadi korban dalam kasus ini mencapai 8 anak atau pelajar yang jadi korban, demikian juga kasus lainnya,” ucap Erry.

Ada beberapa kasus yang menonjol yakni kasus kekerasan pada anak, pencabulan, penelantaran dan eksploitasi pada anak.

“Yang paling tinggi adalah permasalahan hak asuh orang tua terkait dengan perceraian yang banyak terjadi sehingga hak asuh anak jadi rebutan masing-masing orang tua,” terang Erry.

Selain itu, kasus hak pendidikan banyak juga muncul terutama terkait dengan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang baru usai sehingga ada persoalan system zonasi dan PPDB online.

“Meskipun dalam masa pandemic Covid 19, anak banyak di rumah dan tidak sekolah, kasus-kasus pada anak tetap terjadi seperti biasanya. Biasanya anak yang menjadi korban atau pelaku dari tindak pidana adalah anak-anak yang tidak betah di rumah sehingga keluar rumah dan kurang pengawasan hingga orang tua,” tambah Erry.

Selama pandemic Covid-19, KPPAD Kepri juga memantau anak-anak yang terpapar dan jadi korban Covid 19. Dari pantauan KPPAD dan data Dinas Kesehatan, sebanyak 41 anak di Kepri menjadi korban positif Covid dengan perincian 2 anak meninggal, sembuh 35 anak dan sedang dirawat saat ini sebanyak 4 anak.

“Kebanyakan anak yang menjadi korban Covid berada di Batam dan masuk dalam beberapa claster penularan seperti klaster donat di Seraya, klaster di Bengkong Sadai, klaster sukajadi dan lainnya,” kata Erry.

Angka korban Covid cukup tinggi dan membuktikan bahwa anak termasuk kelompok rentan terkena Covid. Kondisi ini juga terjadi di daerah tau provinsi lainnya di Indonesia.

“Ini menjadi dasar bagi Tim Gugus Tugas Covid untuk menunda anak untuk bersekolah dan masih menerapkan system belajar daring di rumah,” ucapnya.

Semoga dengan Anugerah ini, kehadiran KPPAD Kepri sebagai perpanjangan tangan KPAI semakin dibutuhkan bagi masyarakat Kepri menyelesaikan permasalahan anak demi tercapainya visi dalam perlindungan anak yaitu terciptanya Provinsi kepri Ramah Anak, tutup Erry.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY