Harta Nurdin Basirun Rp6.262.965.447, Tak Punya Utang

0
1553
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menutup wajah dengan baju saat dibawa petugas KPK ke Jakarta melalui Bandara RHF Tanjungpinang, Kamis (11/07) pagi.

RASIO.CO, Batam – Nurdin Basirun, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kota Tanjungpinang, Rabu (10/07) malam, termasuk pejabat yang taat membuat laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Terakhir kali ia melapor, hartanya tercatat sebanyak Rp6.262.965.447.

Penelusuran di situs acch.kpk.go.id, Nurdin sebagai pejabat publik memang rajin membuat LHKPN. Pertama kali LHKPN yang dibuat adalah saat ia menjabat Bupati Karimun, Kepri pada periode 2006-2011.

Kemudian LHKPN terakhir yang dibuat Nurdin tercatat pada tanggal 8 Mei 2015. Ketika itu, ia hendak mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Kepri, berpasangan dengan Muhammad Sani.

Pasangan ini lantas berhasil memenangkan pilkada. Nurdin kemudian naik menggantikan Sani yang meninggal dunia, tak lama setelah pelantikan.

Dalam LHKPN tahun 2015 itu, harta kekayaan Nurdin Basirun tercatat sebanyak Rp6.262.965.447. Hartanya kebanyakan berupa tanah dan bangunan yang dihitung senilai Rp4.683.119.564.

Dari situs acch.kpk.go.id tersebut, Nurdin Basirun disebut memiliki 10 tanah maupun bangunan yang seluruhnya berada di Kabupaten Karimun, Kepri. Sementara, untuk harta bergerak yang dipunya Nurdin dalam bentuk alat transportasi senilai Rp380 juta.

Nurdin tercatat memiliki mobil Honda CRV keluaran tahun 2005 dan Honda Jazz tahun 2013. Harta lainnya adalah logam mulia senilai Rp200 juta dan benda bergerak lainnya senilai Rp260 juta.

Nurdin juga melaporkan hartanya ke KPK dalam bentuk giro dan setara kas sebesar Rp739.845.883. Dalam LHKPN-nya, tidak disebutkan bahwa Nurdin memiliki utang maupun piutang.

Dibawa ke Jakarta

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menutup wajah dengan baju saat dibawa petugas KPK ke Jakarta melalui Bandara RHF Tanjungpinang, Kamis (11/07) pagi.

Selain Nurdin Basirun, dalam OTT tadi malam KPK juga mengamankan lima orang lain. Mereka terdiri dari unsur kepala dinas,  staf dinas dan pihak swasta. Petugas KPK juga menemukan uang sebesar 6.000 dolar Singapura.

Keenam orang itu kemudian diperiksa di ruangan Satreskrim Polres Tanjungpinang, Rabu mulai pukul 21.30 WIB hingga Kamis (11/7/19) pagi. Selanjutnya, mereka dibawa ke Jakarta melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menggunakan maskapai Lion Air.

Di antara lima nama lain, dua orang adalah kepala dinas di Pemprov Kepri yaitu Kadis PU Abu Bakar dan Kadis Kelautan Perikanan Eddy Sofyan.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, status hukum keenam orang itu masih menjadi terperiksa. Apakah mereka akan menjadi tersangka, akan diumumkan KPK sore ini.

***

LEAVE A REPLY