Hartin Edarkan Pangan Olahan Ilegal Asal Malaysia

182

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Hartin Alias Ateng duduk dibangku pesakitan PN Batam karena diduga mengedarkan pangan ilegal asal Malaysia, ironisya terdakwa tidak ditahan dan duga masih beraktifitas.

Terdakwa merupakan tangkapan BPOM Kepri dan berhasil mengamankan lebih kurang 270
karton berupa, nugget ayam, bakso, jamur olahan, dan daging olahan digudang Komplek Harbour Batam akibat tidak memiliki izin edar alias ilegal..

Parahnya, terdakwa Hartin alias Ateng dalam dakwaannya sebagai Direktur di PT. Thong Sing Yuen yang memiliki gudang pengolahan makanan di Jalan Duyung Komplek Harbour View Blok A No.6 Kecamatan Batu Ampar Kota Batam.

Namun, dipersidangan terdakwa membantah, bahkan dikuatkan dengan keterangan saksi Tong Sin Wen yang merupakan saudara terdakwa sendiri sebagai Manager Marketing dan seorang saksi lagi kepala gudang Sugiarto yang menerbitkan nota pengiriman barang.

Anehnya, kedua saksi dengan jelas mengatakan bahwa terdakwa tidak merupakan direktur PT. Thong Sing Yuen, namun hanya sering bertandang kekantor di harbour bay, sedangkan barang yang disita BPOM Kepri digudang lain tetapi masih satu lokasi.

“barang disita bukan digudang perusahaan kami tetapi masih satu lokasi dan hanya berjarak 5 minit,” Kata saksi sebagai Manager Marekting.Rabu(25/07).

Sedangkan, Sugiarto sebagai kepala gudang, mengaku dirinya diperintah terdakwa untuk
membuat faktur penjualan tetapi tidak mengetahui terkait pengantaran barang dan mengetahui barang tersebut berasal dari Malaysia dan tampa memiliki izin edar.

“Saya tahu barang tersebut tidak memiliki izin edar tetapi terdakwa perintah saya untuk membuat faktur itu,” ujar saksi Sugiarto dipersidangan.

Atas keterangan kedua saksi tersebut majlis hakim akan mempertanyakan nantinya terhadap saksi berikutnya yakni saksi Ahli BPOM Kepri pekan depan.

Atas perbuatannya, oleh JPU Samuel Pangaribuan,SH, terdakwa diancam pidana pasal 142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Namun ada yang unik, di waktu saat sidang berlangsung, antara saksi dan PH terdakwa di sesi tanya jawab, tampak seru kedengarannya hingga membuat susuana sidang menjadi tegang.

“Maaf, bukan anda yang saya tanya! Kenapa anda yang jawab-jawab? Saya bertanya ke dia,” kata PH terdakwa kepada saksi Juan saat sidang dengan ekspresi wajah marah.

Pertanyaan PH kepada kedua saksi saat itu tampak bertubi-tubi, sehingga saksi terlihat bingung mana diluan yang harus dijawab.

Begitu situasinya saat sidang, namun seusainya sidang berlalu, antara penasehat hukum,
terdakwa dan 2 orang saksi itu, tampak kompak duduk ngopi bareng semeja di kantin PN Batam.

Ada dugaan semua pertanyaan yang dilontarkan PH dan jawaban saksi saat persidangan, diduga sebelumnya telah di setting sedemikian rupa agar terlihat wah saat sidang, diduga begitu juga dengan keberatan terdakwa.(red/dk/di).

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda