Hotel Digital, Bisnis Perhotelan Alternatif untuk Modal Terbatas

0
27
Contoh hotel kapsul dari Bobobox. (F: Dok. Bobobox)

RASIO.CO, Jakarta – Memulai bisnis perhotelan tidak melulu harus dengan modal selangit. Sebagai alternatif, Anda bisa mencoba bisnis ini dengan konsep hotel digital.

Hotel berkonsep digital bisa dalam bentuk hotel pintar seperti hotel kapsul. Ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin memulai bisnis perhotelan dengan modal terbatas.

Salah satu penghematannya adalah penggunaan sumber daya manusia yang minim karena hampir semua hal dikendalikan oleh aplikasi digital.

CEO Bobobox, Indra Gunawan mengatakan, hotel kapsul yang dikelolanya termasuk penginapan yang mengusung konsep digital. Menurut Indra dengan teknik seperti ini, ia dapat menekan sumber daya manusia karena operasi hotel dikendalikan komputer.

“Kita tidak butuh orang. Hanya dengan aplikasi kita bisa pesan, check in, pembayaran, dan check out. Sekitar 90 persen transaksi Bobobox juga sudah non tunai,” Indra saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jumat (05/07) dikutip Tenpo.co.

Indra mengatakan, saat ini, orang tidak lagi mencari hotel yang hanya mengandalkan murah tetapi mereka ingin menginap dengan mendapat pengalaman yang berbeda dalam melepas penat.

“Orang-orang tidak cuma mencari murahnya aja tapi juga experience sekarang,” kata dia.

Indra menjelaskan, di hotel pintar, semua pengaturan bisa dilakukan dalam satu genggeman telepon yang juga pintar.

“Kita bisa buka akses kamar dengan QR code yang terdapat pada aplikasi, lalu dari pencahayaan bisa disesuaikan dengan memilih warna yang kita inginkan. Untuk pendingin ruangan hingga audio bluetooth pun melewati ponsel pintar,” ujarnya.

Bobobox sendiri memanfaatkan teknologi dalam berbagai cara untuk membantu tamu mulai dari pemesanan hingga check-in dan check-out, lalu mengontrol fasilitas pod dan bahkan mengobrol dengan sesama pelancong dengan mulus.

Jika ingin bermitra atau waralaba dengan Bobobox, lanjut Indra, mereka harus sudah tahu lokasi yang cocok untuk dijadikan penginapan.

“Kalau belum tahu, kita bisa rekomendasi,” kata dia.

Kedua, minimum kemitraan harus 40 kamar atau dengan dua ruko tiga lantai. Kita menarik biaya kemitraan Rp5 juta per kamar untuk 5 tahun dan manajemen fee lima persen dari omzet.

“Manajemen kita yang jalankan,” katanya.

Indra menuturkan, pola pikir orang kebanyakan bahwa bisnis perhotelan butuh  investasi yang mahal dan butuh waktu lama untuk break even point (BEP). Padahal, untuk hotel kapsul digital seperti Bobobox, ia menjanjikan dalam kurun waktu tiga tahun sudah dapat kembali modal.

***

LEAVE A REPLY