In House Training Tuberkulosis bagi Perawat RSUD Raja Ahmad Tabib

0
57
dr. Fersia Iranita Liza,Sp.P ( Dokter Spesialis Paru RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau)

RASIO.CO, Tanjungpinang – Tuberkulosis (TB) sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan di banyak negara sejak tahun 1995.

Menurut laporan WHO tahun 2015, di tingkat global diperkirakan 9,6jutakasus TB barudengan 3,2 juta kasus diantaranya adalah perempuan. Dengan 1,5 juta kematian karena TB dimana 480.000 kasus adalah perempuan.

Dari kasus TB tersebut ditemukan 1,1 juta (12%) HIV positif dengan kematian 320.000 orang (140.000 orang adalah perempuan) dan 480.000 TB Resistan Obat (TB-RO) dengan kematian 190.000 orang. Dari 9,6 juta kasus TB baru, diperkirakan 1 juta kasus TB Anak (di bawahusia 15 tahun) dan 140.000 kematian/tahun.

Menurut laporan WHO tahun 2015, Indonesia sudah berhasil menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB di tahun 2015 jika dibandingkan dengantahun 1990. Angka prevalensi TB yang pada tahun 1990 sebesar> 900 per 100.000 penduduk, pada tahun 2015 menjadi 647 per 100.000 penduduk.

Dari semua indikator MDG’s untuk TB di Indonesia saat ini baru target penurun anangka insidens yang sudah tercapai. Untuk itu perlu upaya yang lebih besar dan terintegrasi supaya Indonesia bisa mencapai target SDG’s pada tahun 2030 yang akandatang.

Fasilitas pelayanan kesehatan selain memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif juga memberikan pelayanan preventif dan promotif, sehubungan dengan pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian bagi seluruh pemberi pelayanan kesehatan dimana saja dan kapan saja pelayanan kesehatan diberikan.

Oleh karena hal tersebut diatas sudah saatnya semua sarana pelayanan kesehatan dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja pelayanan kesehatan diberikan harus melaksanakan program pengendalian Tuberkulosis.

Salah satu program dari Tim Tuberkulosis sehubungan dengan pemberian pelayanan kesehatan adalah Pendidikan dan Pelatihan Sosialisasi Tuberkulosis di Pelayanan Kesehatan. Untuk itu Rumah Sakit, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sudah saatnya mendukung program pengendalian Tuberkulosis. Untuk mencapai program ini dengan baik dan benar perlu mengadakan pelatihan Sosialisasi Tuberkulosis kepada perawat rumah sakit.

Untuk membantu petugas kesehatan dalam memahami dan melaksanakan program pengendalianTuberkulosis di rumah sakit, RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang menyelenggarakan In House Training Sosialisasi Tuberkulosis pada tanggal 31 Oktober 2019 di aula Lantai 4, RSUD Raja Ahmad Tabib, dengan nara sumber dr. Fersia Iranita Liza, Sp.P, total peserta 33 orang peserta.

In House Training ini bertujuan untuk Memberikan pemahaman, pengetahuan sekaligus skill kepada peserta untuk bisa meningkatkan mutu dan pelayanan rumah sakit. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah Perawat RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.

Setelah mengikuti pelatihan ini diharpakan peserta mampu melaksanakan dan menerapkan program pengendalian Tuberkulosis di RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau dan Fasilitas Pelayanan kesehatan lainnya, tersertifikasinya 33 peserta In House Training Sosialisasi Tuberkulosis.

Semua tenaga kesehatan yang ada di RS mampu melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi Tuberkulosis kepada pasien, petugas kesehatan, keluarga dan pengunjung rumah sakit. (red.r)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY