Ini Empat Tersangka Warga Tiongkok Pemasok Sabu 1,6 Ton Sabu di Kepri

92

RASIO.CO, Batam – Jajaran kepolisian Narkoba Bareskrim Polri menyerahkan empat terdsangka TM (69), TY (33), LYH (63) dan TH (43) sebagai nahkoda bekewarganegaraan Tiongkok dengan BB 1,6 ton dan bakal disidangkan di Batam.

“Modus keempat terdangka berbeda dengan sebelumnya, dimana sabu tidka dibungkus dalam kemasan teh, namun sudah berbentuk kristal,” Kata Direktur Narkoba Mabes Polri di kantor Kejari Batam.Kamis(21/06).

Sebelumnya, Sudah tahap dua, Direktorat Narkoba Bareskrim Polri didampingi Kapolda Kepri Irjen Didid Wijdanardi menyerahkan 4 tersangka 1,6 ton sabu bersama barang bukti terhadap Kejari Batam.

Dimana keempat tersangka ditangkap Tim gabungan Satgassus Bareskrim Polri dengan Bea Cukai Tipe B Kota Batam menuai hasil tangkapan barang bukti sabu sebanyak 81 karung dengan total berat 1,6 Ton di perairan Karang Helen Mars berdekatan dengan Karang Banteng Anambas Kepulauan Riau, Selasa (20/2) lalu.

Turut hadir dalam tahap dua tersebut, Kapolda Kepri, Direktur Bareskrim Polri, Direktur Narkoba Kejagung, Beacukai , Kejari dan Instansi terkait lainnya di kantor Kejari Batam.

Keberhasilan yang luar biasa tersebut berawal dari usaha tim Satgas Gabungan Satgassus Polri, Bareskrim Polri, dan Polda Metro Jaya. Secara eksklusif tim Satgassus Polri membagikan.

Diketahui, Bermula dari informasi mengenai akan adanya Kapal pengangkut Narkoba yang memasuki wilayah Indonesia melalui Perairan Kepulauan Riau yang akan diturunkan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, kemudian Direktur Narkoba PMJ kepada Satgassus Polri dan dibentuk tim berdasarkan Surat Perintah Tugas tangga l 5 Januari 2018 untuk koordinasi.

Proses penyelidikan pun dimulai dengan dilaksanakan Pemetaan terhadap wilayah Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten untuk melakukan pemetaan terhadap garis pantai yang dapat digunakan untuk bongkar sabu dari kapal.

Kemudian anggota menetap di Tanjung Lesung dengan Cover sebagai anggota Dinas Kepariwisataan yang sedang melakukan penelitian terhadap pengembangan lokasi wisata di wilayah tersebut.

Suka dan duka dirasakan oleh tim dalam penyelidikan di Tanjung Lesung dimana Anggota yang selama ini gatal-gatal bisa sembuh karena mandi di laut.

Demi tugas anggota harus berenang di seluruh pantai sebagai cover untuk meneliti pantai serta Kasubdit yang tidak pernah memasak jadi bisa memasak. Hal yang paling menarik yaitu saat merayakan hari valentine dengan makan malam bersama yang dipimpin oleh AKBP Doni Alexander.

Kemudian pada Pada tanggal 15 Februari 2018, hasil koordinasi tim dengan sumber informasi serta koordinasi lintas sektor dengan Bea Cukai serta atas perintah Kasatgassus Polri, Tim berangkat menuju Batam.

Terpilih enam orang sebagai Tim Tindak yang berada di Kapal Bea Cukai yang dipimpin oleh Kompol Indra Wienny Panjiyoga. Kondisi anggota saat itu tidak fit secara penuh, dikarenakan kondisi badan anggota kelelahan setelah melakukan penyelidikan Narkoba jenis Sabu seberat 239,7 Kg serta penyelidikan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Setelah dilaksanakan press release oleh Kapolri di Gedung Promoter Polda Metro terhadap pengungkapan 239,7 Kg maka dibentuklah Satgas gabungan antara Bareskrim Polri, Satgassus Polri dan Polda Metro Jaya.

Dengan semangat juang yang tinggi anggota melanjutkan penyelidikan dengan melaksanakan Patroli Laut walaupun banyak anggota yang mual hingga muntah dalam patroli laut.

Terjadi hal yang menarik ketika Kapal sampai di Pulau Jemaja, Anambas, Kepulauan Riau seluruh anggota terjun ke laut untuk menikmati indahnya laut Anambas.

Namun di balik keindahan laut anambas banyak anggota yang terluka pada saat berenang dan luka itu terobati ketika sudah menyantap kerang hasil berenang di Tepian Pantai.

Kemudian pada hari Senin 19 Februari 2018 tim Surveillance Udara yang dipimpin oleh AKBP Audie Latuheru melakukan terbang untuk memantau pergerakan kapal di laut.

Pada saat itu ada salah satu anggota yang ikut sebagai tim teropong dan dokumentasi kapal. Dikarenakan anggota tim yang ikut di pesawat baru pertama kali naik pesawat latih, anggota ini muntah sebanyak tiga kali dan terekam di Go Pro AKBP Audie Latuheru.

Setelah keluar titik koordinat kapal target pada tanggal 19 September 2018 kasubdit 2 Dit Narkoba PMJ melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk dilakukan pengejaran, salah satu hal yang menarik yaitu dikarenakan speed boat Bea Cukai berkecepatan tinggi sempat menabrak kapal nelayan.

Detik-detik menjelang tertangkapnya Kapal Target, Tim Advance di pimpin Kasubdit 2 Dit narkoba PMJ AKBP Dony Alexander, S.Ik , MH menunggu kegiatan seluruhnya dari pelabuhan.

Hal-hal unik yang terjadi yaitu ketika tim mencari sinyal telepon satelit yang mana untuk mendapatkan sinyal harus menjauh dari gedung-gedung maupun sinyal elektromagnetik.

Lalu ketika ada beberapa kapal sudah tertangkap radar dengan segera Tim Satgas gabungan Satgassus Polri, Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggunakan Speed Boat nomer lambung BC 70005 dan BC 20007 dari Bea Cukai gabungan Pusat, Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan Bea Cukai Batam yang memiliki kecepatan tinggi mengarah ke lokasi TKP.

Kini lelah dan jerih payah tim Satgassus Polri telah berbuah manis dengan tertangkapnya kapal KM Min Lian Yu Kapal berbendera Singapura yang membawa sabu seberat 1,6 Ton. Dari penangkapan tersebut, 4 tersangka yakni TM (69), TY (33), LYH (63) dan TH (43) sebagai nahkoda bekewarganegaraan Tiongkok telah diamankan.

Tim Satgassus Polri juga berterimakasih kepada pihak Bea Cukai Kota Batam serta masyarakat yang telah melakukan kerjasama dengan baik untuk menumpas Narkoba jaringan Internasional. Hal tersebut merupakan wujud Sinergitas terjalin dengan baik dalam pengungkapan kasus narkoba yang baru saja terjadi.

Penangkapan 1,6 Ton Sabu ini merupakan tangkapan penyelundupan sabu terbesar di Indonesia pada tahun 2018 dan saat ini, Bareskrim Polri masih terus melakukan pengembangan kasus.(red/br).

Bya@www.rasio.co

Berikan komentar anda