Ini Jaringan Rudi”Bandrek” Pengedar Sabu 2 Kilo

183

RASIO.CO, Batam – Empat terdakwa, Fakhrul Amri, Dedi Ery Adi, Fauzi dan dan Abu merupakan jaringan bandar sabu Rudi(DPO) atau lebih dikenal abang”Bandrek” Batam-Aceh.

Keempat terdakwa mengakui barang haram sabu seberat 2 kilo yang dipecah dalam 7 paket dimasukkan dalam kaleng roti dan barang haram tersebut akan diedarkan di Aceh yang diseludupkan melalui pelabuhan tikus Tiban Batam.

“Jumlah sabu awalnya totalnya 6 kilo, dipecah oleh jaringan bandaranya, 2 kilo kami tangkap, 1 kilo ditamgkap BNNP Kepri dan sisanya menyebar,”kata saksi penangkap BNN pusat di PN Batam.Kamis(28/06).

Lanjut dia, modus jaringan Rudi(DPO) dipecah saat barang sampai di Batam dan tidak diambil sekaligus,awalnya dua pelaku kami tangkap Fauzi dan Fahkrul dalam sedan Toyota Corona warna Gold No. Pol BP 1736 QZ.

“Dalam mobil ditemukan 2 kilo sabu yang dikemas 7 paket dalam kaleng biskuit,” ujar saksi penangkap.

Sementara itu, kempat terdakwa merupakan satu daerah asal Aceh dan berprofesi sebagai petani,pedagang dan penambak ikan.

“Kami datang ke Batam bila ada orderan dari Rudi dan biasanya hanya 3 sampai 4 hari lalu kembali ke Aceh,” ujar Fauzi dalam agenda pemeriksaan terdakwa.

Sedangkan, Fahkrul mengatakan, dirinya mendapat order dari Rudi dan sekali jalan mendapat upah Rp3 juta sedangka jika orderantidak ada dirinya usaha tambak dikampung halaman.

“Kami jaringan terputus dan tidak mengetahui siapa bandar yang sebenarnya,”ujarnya.

Ia menambahkan, Kami hanya mengenal Rudi yang sering disebut Bang Bandrek sedangkan upah kami terima setelah barang sampai kepada sipenerima.

“Upah dikirim melalui rekening sehari setelah barang diterima pembeli,”tutupnya.

Usai mendegarkan keterangan saksi penangkap dan terdakwa majlis hakim menunda sidang pekan dengan agenda mendegarkan tuntutan JPU.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda