Ini Kronologis Kebakaran Menewaskan 1 Keluarga di Batam

560

RASIO.CO, Batam – Telah terjadi peristiwa kebakaran yang menewaskan 1 keluarga di Gudang air Blok A2 No. 3 Kawasan Industri Mega Cipta Batu Merah, Batam, Kamis (21/6/2018) subuh.

Korban kebakaran yang meninggal terdiri dari kepala keluarga yang bernama Joshua Pakpahan yakni pemilik gudang air, istri bernama Pang pang, 3 orang anak dan 1 pembantu rumah tangga (PRT), sementara 1 PRT lain ditemukan dengan luka berat dan dibawa ke Rumah sakit Budi Kemuliaan.

Saksi bernama Anan mengatakan awalnya Ia mendengar suara aneh dari arah rumah tinggal korban Joshua, selanjutnya Ia melihat sudah ada kobaran api dari dalam rumah korban.

”saya mendengar suara aneh dan teriakan dari arah gudang, lalu saya lihat gudang sudah terbakar.” Kata Anan saat memberi keterangan.

Mengetahui kejadian tersebut Anan selanjutnya memberitahu security Kawasan Mega Cipta bernama Kariman dan bersama membuka pintu gerbang Gudang air Blok A2 No. 3 Kawasan Industri Mega Cipta Batu Merah untuk berusaha memadamkan api dengan menggunakan tengki air di sekitar TKP.

Sementara security lainnya langsung menghubungi Pemadam kebakaran dan sekira pukul 06.00 Wib, 1 unit mobil PBK mendatangi TKP dan berusaha memadamkan api hingga pukul 06.30 Wib api berhasil dipadamkan.

Pihak kepolisian juga melakukan olah TKP dan untuk memastikan penyebab kebakaran serta membawa ke enam korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan otopsi.

Kejadian tersebut mendapat perhatian Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH yang langsung mendatangi lokasi kejadian.

Terlihat dalam proses evakuasi jenazah, Kapolda kepri dan pejabat utama Polda kepri juga turut membantu personilnya mengangkat jenazah usai meninjau lokasi kebakaran.

Kapolda Kepri mengingatkan kepada masyarakat bahwa dari kejadian tersebut dapat diambil pelajaran untuk semua agar tetap waspada.

“Kita harus tetap waspada dimana pun kita berada, sekalipun di rumah kita sendiri.” Ujar Kapolda Kepri.

Sumber:batamraya

Berikan komentar anda