Ini Pelaku Jaringan Penyalur Pekerja Migran ke Kapal Asing

0
200
Kelima tersangka berinisial SD, HA, MH alias D, AY alias M dan SY, Atas kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka ini adalah pasal 2, pasal 4 dan pasa 10 Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.

RASIO.CO, Batam – Kepolisian Direskrimum Polda Kepri menetapkan lima tersangka dalam kasus Tindak Pidana Perdanagan Orang yang di salurkan ke untuk bekerja di kapal asing. Kamis(09//07) kemarin.

Kelima tersangka berinisial SD, HA, MH alias D, AY alias M dan SY, Atas kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka ini adalah pasal 2, pasal 4 dan pasa 10 Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.

“Peran dari tersangka yang baru diamankan Inisial AY alias M jenis kelamin perempuan ialah sebagai perantara untuk menyalurkan para Pekerja Migran Indonesia dan Inisial SY berperan dalam pengurusan buku pelaut dan medical Check Up dari peran para tersangka tersebut mereka mendapatkan keuntungan dari Rpi juta s/d Rp10 juta,” kata Kabidhumas Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Kata dia, Inisial AY alias M diamanakan di daerah Lampung sedangkan inisial SY diamanakan di Jawa Tengah.

Dari Sembilan tersangka yang berhasil diamanakan, lima diantara nya berada di Polda Kepri sedangakan empat tersangka lainnya inisial DT, RAS, ST dan SY diamanakan di Polres Metro Jakarta Utara atas tindak pidana pemalsuan dokumen sertifikat Basic Safety Training (BST).

Empat orang tersangka tersebut merupakan bagian dari jaringan pelaku yang lima orang ini” tutur Kabid Humas Polda Kepri.

Barang bukti yang diamanakan adalah beberapa unit Handphone milik tersangka, buku tabungan, kartu atm dan data gaji ABK Kapal.

“Kejahatan perdagangan orang ini merupakan kejahatan yang tidak berdiri sendiri, mereka selalu dalam bentuk jaringan dengan peran masing-masing dari perekrutan, pengurusan dokumen dan ada yang berperan sebagai perantara”. Jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Sebelumnya, Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP-A/76/2020/Spkt-Kepri, Tanggal 08 Juni 2020. Dengan TKP diwilayah perairan Karimun, ditemukannya dua orang ABK Kapal berbendera China yang terjun diperairan Karimun dan diselamatkan oleh nelayan.

Kedua orang tersebut adalah korban dari perekrutan Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang dijanjikan untuk dipekerjakan ke Korea Selatan sebagai buruh pabrik, dengan iming-iming mendapatkan gaji sebesar Rp.25 juta s/d Rp50 per bulan,

Dengan persyaratan membayar biaya pengurusan sebesar Rp50 juta perorang, namun kenyataanya kedua korban dipekerjakan sebagai ABK di kapal penangkap ikan atau cumi pada kapal Fulu-Qing Yuan Yu 901 berbendera cina, tanpa mendapat gaji selama 4 bulan, serta senantiasa mendapat intimidasi, penganiayaan dari kru kapal selama dipekerjakan di kapal tersebut.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY