Ini Target Penjualan Daging Sapi Indoguna di Lebaran

14

RASIO.CO, Jakarta – PT Indoguna Utama menargetkan adanya peningkatan penjualan daging sapi dan kerbau hingga dua kali lipat. Ini karena konsumsi daging sapi bisa mencapai 100% di periode Ramadan dan Lebaran.

Direktur Indoguna Djuard Effendi memproyeksikan saat Lebaran nanti perusahaannya akan mendistribusikan daging sapi dan kerbau sekitar 6.000 ton. Adapun rata-rata harian normal hanya 3.000 ton.

Untuk mencapai target itu, Indoguna mematok harga yang lebih murah daripada yang ada di pasar. Daging kerbau beku dijual seharga Rp 70 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga daging sapi beku dipatok sebesar Rp 80 ribu per kg.

“Kami bermitra dengan pemerintah dalam penyediaan daging murah kepada masyarakat untuk menahan harga,” kata Effendy di Jakarta, Selasa (12/6).

Untuk daging kerbau beku, Indoguna mengambil pasokan dari Perum Bulog dengan harga Rp 61.500 per kilogram. Sedangkan pasokan daging sapi diimpor dari Australia, New Zealand, dan Amerika Serikat (AS) serta pembelian dari importir lain.

Pasokan dari importir lain ini karena Indoguna memiliki gudang penyimpanan yang besar dengan kapasitas 10 ribu ton. “Banyak importir yang kekurangan tempat penyimpanan,” ujar Effendy.

Penjualan di Toko Tani Indonesia dan Markas Polisi

Sementara untuk pemasarannnya, Indoguna bekerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui Toko Tani Indonesia (TTI). Indoguna nantinya mengirimkan suplai kepada 12 TTI yang tersebar di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Selain itu, Indoguna bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Banten. Kerja sama itu berupa penjualan di markas polisi. “Kami mendapatkan jaminan keamanan supaya masyarakat bisa mengakses daging dengan harga murah,” ujar Effendy.

Penjualan melalui kantor polisi di Banten ini bisa mencapai 15 ton setiap harinya sejak 4 Juni 2018. Adapun, hingga kini ada 10 titik kantor polisi yang melakukan penjualan tersebut.

Seorang pembeli di TTI Pangkalan Jati, Jakarta Timur, Yanti, menjelaskan harga produk daging di Indoguna lebih menguntungkan karena di Pasar Klender bisa mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram. “Di sini, saya bisa beli dengan harga lebih murah,” ujar Yanti.

Sumber:katadata

Berikan komentar anda