Ini Visi-misi Paslon Ansar-Marlin

0
491

RASIO.CO, Batam – Maju sebagai bakal Calon Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri periode 2020, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina (AMAN) memiliki visi misi untuk pemulihan ekonomi serta kesejahteraan rakyat dengan membangkitkan industri, pariwisata, UMKM serta usaha micro Kepri.

“Visi misi kita kan pemulihan ekonomi serta mensejahterakan rakyat dan tentunya itu harus menjadi focus recovery karena persoalan yang berat saat ini persoalan di ekonomi,” ujar Ansar Ahmad saat diwawancarai awak media, saat Rapat Koordinasi Tim pemenangan Aman, di Hotel Aston, Pelita, pada Selasa (15/9).

Tentu indikatornya dapat kita lihat dari pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami penurunan, terakhir kemarin pertumbuhan ekonomi sampai minus 6,68 persen, kita harus punya langkah-langkah strategis.

Pertama kita harus berani secepatnya menghentikan Covid-19 di Kepri ini dengan tidak menimbulkan cluster baru.

“Kita masing-masing calon agar berhati-hati serta mematuhi protokol kesehatan ini yang harus dilakukan supaya status kita tetap diwarna hijau, ini akan menjadi pertimbangan bagi negara tetangga kita untuk membuka kembali arus wisatawan dan akses investasi ke tempat kita,” ujar Ansar.

“Harapan kita akhir tahun ini jangan ada cluster baru, untuk yang sudah ada harus ditangani sungguh-sungguh sesuai dengan surat edaran yang telah di keluarkan Walikota Batam, kepala daerah harus menguasai dan menjalankan dengan ketat,” ucapnya.

Selain itu, untuk menjaga agar ekonomi tetap eksis maka UMKM tetap dipertahankan dan harus kita dorong dengan berbagai strategis.

Adapun strategis yang pertama dengan memanfaatkan sebesar besarnya anggaran yang sudah disiapkan Pemerintah pusat untuk menggerakkan UMKM.

“Pertama dengan Rp 8 juta bantuan pemerintah, sementara yang 2,4 juta tersebut seharusnya dikoordinir oleh pemda dengan cepat supaya UMKM kita yang punya keterbatasan dalam melengkapi administrasi atau sebagainya bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah, karena syaratnya harus ada pengusung yang bisa bertanggung jawab,” jelas Ansar.

Ansar menambahkan, pengusung sebaiknya dari dinas koperasi UMKM di kabupaten kota. Kemarin tahap pertama sudah, dan saya lihat dari Kepri belum ada yang berkesempatan, maka tahap kedua jangan lewat lagi.

Selanjutnya, yang kedua memanfaatkan fasilitas kredit yang berbunga ringan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp. 136 Triliun yang bunganya disubsidi oleh pemerintah pusat, ini harus kita kejar.

“Selain itu, daerah juga harus membuat program seperti bantuan modal UMKM supaya UMKM kecil bisa eksis dan bergerak supaya ekonomi berputar,” tambahnya.

Dan yang ketiga, kita harus kurangi kegiatan proyek-proyek besar baik di kabupaten kota dan provinsi kalau situasi makro ekonomi belum teratasi, kita harus perbanyak kegiatan padat karya tunai di desa-desa maupun di kampung-kampung.

“Perbanyak kegiatan padat karya tunai didesa dan di kampung-kampung, seperti semenisasi parit, gorong-gorong yang polanya padat karya tunai supaya masyarakat desa menerima upah dari pekerjaan tersebut,” jelas Ansar.

Itu merupakan pola pemberdayaan, kalau itu kita lakukan banyak jumlahnya, maka daya beli masyarakat akan bangkit sehingga ekonomi akan berputar dengan baik.

Selain itu, kita harus berdampingan dengan asosiasi para pengusaha seperti Apindo, Kadin, Hipmi untuk mendorong inovasi investasi supaya ekonomi kita dapat berputar dengan baik, tutup Ansar.

Yuyun

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY