Isdianto: Gubernur Kepri Masih Nurdin Basirun

0
75
Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo menyerahkan SK Penunjukan sebagai Plt Gubernur kepada Wagub Kepri Isdianto, di Kemendagri, Jakarta, Sabtu (13/7). (Foto: Puspen Kemendagri)

RASIO.CO, Tanjungpinang – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto menegaskan, Nurdin Basirun masih tetap Gubernur Kepri. Ia hanya ditunjuk untuk menjalankan tugas pemerintahan selama gubernur definitif menjalani proses hukum.

“Saya garis bawahi bahwa saya hanya melaksanakan tugas saja. Semua keputusan pasti akan saya tanyakan pada Pak Nurdin Basirun. Karena sampai sekarang Pak Nurdin masih gubernur kita yang definitif. Apapun kebijakan pasti akan ke dia,” ujar Isdianto saat menjadi Pembina pada apel gabungan PNS di halaman kantor Pemprov Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (15/7).

Isdianto mengaku sengaja menjadi Pembina apel pagi itu lantaran ingin menginfokan beberapa hal kepada pegawai di lingkungan Pemprov Kepri. Ia minta pegawai untuk bekerja lebih profesional, sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Jangan hanya asal bos senang saja. Kita tidak mau hal itu terulang lagi. Karena itu saya sampaikan, pentingnya pengarahan ini. Agar tidak ada lagi kejadian seperti kemarin,” katanya.

Isdianto mengaku secepatnya akan berkoordinasi dengan gubernur. Tapi sampai sekarang, ia belum dapat menemui gubernur di Jakarta. Terakhir, Isdianto bertemu gubernur saat masih di Polres Tanjungpinang.

“Minggu ini belum bisa. Saya hari ini saya mau ketemu beliau, tapi memang belum diperbolehkan oleh KPK. Mungkin minggu depan sudah bisa bertemu. Jika itu memang sudah bisa, saya pasti kesana. Pasti ketemu dengan Pak Gubernur,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini Nurdin Basirun menjadi tahanan KPK sejak Kamis (11/7) setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Tanjungpinang, Rabu (10/7) malam. Ia ditangkap karena kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait izin reklamasi.

Selain Nurdin, KPK juga menahan lima orang tersangka lain. Salah satunya adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Edy Sofyan. Dalam OTT itu, KPK menemukan uang 6.000 dolar Singapura.

Selanjutnya, ketika menggeledah rumah dinas Gubernur Kepri di Gedung daerah, Jumat (12/7), tim KPK menemukan uang dalam 13 kardus dan tas. Uang dalam bentuk pecahan rupiah dan mata uang asing itu diperkirakan berjumlah sekitar Rp5 miliar lebih.

***

LEAVE A REPLY