Isdianto: Laut Kepri Bukan Tong Sampah

0
231
Plt Gubernur Kepri, Isdianto bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melepas penyu ke laut saat membuka Festival Padang Melang di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (18/7/19). (F: Humas Pemprov Kepri)

RASIO.CO, Anambas – Pelaksana tugas Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto
mengajak seluruh elemen masyarakat agar selalu menjaga kebersihan laut Kepri. Ia menegaskan, laut bukan tong sampah, bukan tempat manusia membuang sampah, apalagi sampah plastik.

“Jangan buang sampah ke laut, laut bukan tong sampaj. Jaga pantai kita tetap bersih. Untuk kelangsungan biotanya dan pariwisata,” kata Isdianto saat kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri, Kamis (18/7).

Isdianto mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan laut. Terlebih di bibir pantai, pelabuhan. Menurut Isdianto, Kepri yang luas lautnya sebesar 96 persen adalah sumber kehidupan.

Kalau laut bersih, ikan dan biota lautnya akan semakin banyak. Ketika sampah banyak mengapung, sektor pariwisata juga ikut terganggu.

“Karena itu, mari kita jaga laut agar selalu bersih dari sampah,” kata dia.

Tentang sampah di laut juga ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat membuka Festival Padang Melang di Anambas. Susi berpesan untuk menghilangkan pengunaan plastik sekali pakai seperti kantong kresek maupun  botol minuman air mineral.

Laut kita pada tahun 2030 diramal lebih banyak plastik daripada ikan. Karena itu hilangkan penggunaan plastik. Tentu kita tak ingin menangkap plastik di laut,” kata Susi.

Susi cukup prihatin dengan prestasi Indonesia sebagai negara nomor dua penyumbang sampah plastik setelah China. Prestasi ini harus dihilangkan karena berdampak buruk bagi lingkungan.

“Mulai hari ini mohon, jangan jadi bangsa pembuang sampah (plastik) lagi,” katanya.

Menurut Susi, sebagai bangsa yang berbudaya, agamis, berpendidikan, prilaku ini harus dihilangkan. Karena, kata Susi, katanya cinta dan sayang dengan laut yang begitu indah. Tentu harus dijaga.

“Indahnya laut, hijaunya hutan dan udara yang segar ini adalah nikmat Tuhan yang gak boleh kita rusak,” kata dia.

Susi berharap ada program pemerintah daerah dalam mengelola sampah ini lebih tajam. Karena hal ini juga akan menganggu pariwisata.

Tentu semua tak ingin mendengar cerita ketika wisatawan berlayar di laut atau memancing yang dapat plastik.

“Sungguh harus bangga dan bekerja lebih giat lagi untuk pemda untuk menjaga dan mengelola menjadi mutu manimam Indonesia di sebelah utara. Kalau tidak kita dikalahkan pulau pulau negeri tetangga yang sebenarnua jauh lebih indah daerah kita,” katanya.

***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY