Izin Perinsip THL dan Perpanjangan PTT Belum Keluar Diduga Diberhentikan

0
560

RASIO.CO, Lingga – Kabar tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten Lingga, yang belum banyak mengeluarkan izin perinsip Tenaga Harian Lepas (THL) dan belum memperpanjang beberapa orang Pegawai Tidak Tetap (PTT), yang beredar saat ini, membuat mereka gelisah dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat, apalagi ditengah kondisi pendemic ini perlu dipertanyakan apa dasarnya.

Menyikapi banyaknya keluhan tentang informasi tersebut, mantan Kepala Bappeda Lingga, Muhammad Ishak menyampaikan, apakah diantara mereka ada yang melanggar disiplin kalau mau disamakan dengan ASN, sebagaimana yang diatur dalam PP 53/2010.

Kalau mereka tidak disiplin atau sudah lewat batas umur barangkali masuk akal, yang melanggar disiplin pun tentu ada pula prosedurnya, misalnya ada teguran baik lisan dan tulisan.

Ishak menjelaskan, bila untuk tujuan efisensi anggran, perlu dilakukan pengurangan juga ada langkah-langkah koordinasi yang diambil, atau Pemkab Lingga akan segera menerapkan penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dengan memutuskan semua pegawai honorer yang ada, akan tetapi kenapa masih ada pula THL/PTT  yang dipertahankan.

“Kebijakan yang ditempuh ini sangat memilukan hati, apalagi ada beberapa orang THL/PTT yang terkena imbas suami isteri, sementara kita semua sedang menghadapi kondisi pendemic Covid-19, dan kondisi ekonomi yang serba sangat sulit, ditambah lagi teman-teman dan adek-adek THL dan PTT itu, umumnya anak-anak tempatan dan putra putri daerah, bahkan ada yang telah mengabdi di daerah ini lebih dari 10 tahun, sementara untuk menjadi PNS sudah semakin berat dan selalu kalah bersaing,” kata Ishak, yang pernah menjabat di beberapa dinas di Pemkab Lingga, Sabtu (5/6).

Pemkab Lingga, jelas Ishak, kondisinya saat ini masih kekurangan ASN, saya pernah merasakan dan punya pengalaman, dimana keberadaan PTT/THL sangat membntu kelancaran tupoksi di OPD, malahan ada yang betul-betul telah mahir dan berketrampilan.

 karena mereka telah terlatih melalui proses yang panjang, saya yakin dengan adanya kebijakan seperti ini, akan berpengaruh terhadap kelancaran tugas di masing-masing OPD, sebab untuk menjadi trampil perlu proses dan waktu.

Mereka para PTT/THL, lanjut Ishak, yang berkerja di Pemkab Lingga bukan mau cari kaya, hanya untuk menyambung hidup, dan kalau sudah ada alternatif lapangan kerja yang lain dan yang lebih memadai, saya yakin mereka akan bekerja ke tempat lain, karena itu kepada para kepala OPD juga harus ditanyakan, karena yang mengevaluasi baik tidaknya kenerja PTT dan THL adalah kepala OPD, dan biasanya itu dilakukan setiap akhir tahun, atau mungkin kebijakan yang dibuat tidak melibatkan kepala OPD.

“Mudah-mudahan kebijakan yang diambil ini, tidak dikait-kaitkan dengan Pilkada, karena kita telah mendengar, membaca dengan senang hati serta sangat setuju penyataan dan komitmen pak Bupati, saat selesai prosesi tepung tawar yang mengajak masyarakat Kabupaten Lingga pasca Pilkada, untuk bersatu padu membangun Kabupaten Lingga yang lebih baik, tapi apabila kebijakan ini dikait-kaitkan dengan Pilkada tahun 2020, saya rasa sangatlah tidak arif dan tidak bijaksana,” paparnya.

Kita tetap selalu berpikir positip, tambah Ishak, dan juga sangat mencintai daerah ini, karena Kabupaten Lingga ini diperjuangkan secara susah payah dan bersama-sama, mungkin saja telah melibatkan tokoh-tokoh, orang tua dan saudara mara dari para PTT/THL dengan tujuan agar masyarakatnya makmur dan sejahtera, tentu kita semua berazam agar Kabupaten Lingga yang berjuluk Bunda Tanah Melayu ini, terus bergerak maju guna mewujudkan cita-cita luhur tujuan mulia pembentukan Kabupaten Lingga.

“Kepada kawan-kawan dan adek-adek THL yang belum mendapatkan izin prinsip, dan para PTT yang SK nya belum keluar teruslah berdoa, semoga kebijakan dan keputusan yang telah dibuat Pemkab Lingga, belum final dan tidak mutlak, mudah-mudahan akan ada sentuhan hati nurani yang paling dalam dan evaluasi tentang manfaat dan mudaratnya, kita juga berharap agar teman-teman anggota dewan Kabupaten Lingga dapat menyikapi hal ini,” imbuhnya.

Puspan@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY