Jaksa Batam Gagal Hadirkan Saksi Kasus Sabu 63 Kilo Terdakwa Bayu

78

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) Mega Tri Astuti SH gagal hadirkan saksi penangkap dan saksi ekspedisi dalam kasus kepemilikan sabu 63,043 kilo gram dengan terdakwa Bayu Wibowo dan Zaenudin yang diduga merupakan pemain sabu.

Ironisnya, keterangan kedua saksi tersebut hanya dapat dibacakan keterangan tertulis saksi, namun telah disumpah, dan sidang akhirnya ditunda pekan dewan serta kemungkinan akan pemeriksaan terdakwa.

“Majelis belum lengkap pemeriksaan terdakwa dilanjutkan pekan depan,” kata Majelis hakim ketua Renny Pitua Ambarita. Kamis(09/08) kemarin.

Seperti diketahui, kedua terdakwa merupakan hasil pengembangan tangkapan Bea Cukai Batam dibulan Januari 2018, ditemukan kiriman paket berupa sabu seberat 63,043 kilo yang dikirim mengunakan ekspedisi PT Deras Cargo Ekspress Jalan Pancoran Timur 2 N0.3 Jakarta Selatan.

Dimana Reza Arfie dan Dedek Saputra petugas Bea Cukai bandara Hang Nadim Batam melakukan pengawasan terhadap barang dicurigakan dilakukan pemindaian, dari hasil pencintraan mesin X ray.

Barang mencurigakan tersebut dipisahka petugas dan ditemukan dua koli yang diduga narkotika yang akan dikirim ke Jakarta , serta dilanjutkan melaporkan ke Polda Kepri. berdasarkan tersebut Tim Satnarkoba Polda mengikuti serta melakukan Surveilance.

Sampai di Gapura Cargo Bandara Sukarno Hatta dan tiba sekira Jam 21.30, dan barang tersebut dijemput oleh saksi Nurdin dan Saksi Nurjayadi , kemudian orang tersebut dilakukan introgasi, bahwa barang tersebut akan di bawa ke CV Dunia Cargo milik Saksi Linda Perumahaan Ruko Palm Bulovard N0.A6 Jakarta selatan.

Kemudian saksi Roy Chandra dan team melakukan Introgasi kapada saksi Linda barang tersebut milik siapa, akan di kirim kemana dan dijawab oleh saksi Linda akan di kirim ke Gudang akhir PT Deras Cargo yaitu barang berupa 2 Koli berisi 4 kardus Bubuk Deterjen Merk BOOM.

Berlanjut datang saksi Iwan selaku kepala gudang PT Deras Cargo untuk menjemput barang tersebut, selanjutnya dilakukan Introgasi kepada saksi diperoleh keterangan barang tersebut akan di bawa ke PT Deras Cargo Ekpres di Gedung Tranka Jl Raya Pasar Minggu N0.17, barang tersebut untuk di beritahukan kepada Saksi Ambar.

Selanjutnya Team Resnarkoba Polda Riau berkonsolidasi untuk dapat menggeser barang bukti yang sudah di ketahui berisi Sabu sabu yang dikemas dalam Kardus 4 buah yaitu kardus Deterjen merk Boom di tempatkan pada Gudang PT Deras Cargo Ekpres di Jalan Pancoran Timur 2 N0.3 Jakarta Selatan, untuk dijemput oleh terdakwa Zaenudin (terdakwa dalam berkas terpisah).

Selanjutnya Team yang sudah siap melakukan penangkapan terhadap penerima paket sabu sabu menunggu terdakwa menjemput barang tersebut, sekira 13.40 Wib pada hari Jum’at terdakwa Bayu Wibowo alias Agus Salim alias Muchamad Sa’i dan Zaenudin.

Zaenudin sebagai perantara, menerima barang berupa sabu sabu pada pengiriman 19 Januari 2018 tersebut mendapatkan upah dari Mrs, Basnah yang tinggal di Malaysia dan terdakwa tidak pernah bertemu muka dan hanya lewat WA.

Upah Terdakwa ditranfer melalui BCA milik saksi Zaenudin sebesar Rp. 14.644.000 Dan terdakwa dikenalkan oleh teman terdakwa bernama Halid(DPO)yang ada di Banjarmasin dengan Mrs Basnah dan telah dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini dari Saksi Zaenudin.

Kedua terdakwa dijerat dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU N0. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau kedua Pasal 112 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU N0. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maskimal Mati.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda