Jaksa Minta Hakim Tolak Esepsi Terdakwa Bos Milinium Group

0
222
Sidang kasus dugaan penggelapan Tahir Ferdian senilai Rp25 miliar di PN Batam. Kamis(10/10) foto:Pariadi

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) Fauzi digantikan Syamsul Sitinjak meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menolak keberatan(esepsi) terdakwa diduga bos Millinium Group Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng atas dakwaan JPU.

Dimana sebelumnya Penasehat Hukum terdakwa meminta majelis hakim dalam esepsinya membebaskan terdakwa, dimana salah satunya dalam esepsinya dakwaan JPU tidak cermat akibat tidak memenuhi syarat formil dan materiil.

Namun, dalam jawaban pendapat penuntut umum dalam kesimpulannya yang disampaikan dalam sidang hari ini, Kamis(10/10) dibacakan JPU Syamsul Sitinjak didampingi JPU Rosmalina dengan hakim majelis ketua Dwi didampingi hakim anggota taufik dan Yona.

Syamsul menyampaikan dipersidangan, kesimpulan uraian dakwaan nomor PDM-331/Epp 2/Batam/09/2019 tanggal 02 September 2019 yang telah dibacakan pada tanggal 29 September 2019 di persidangan adalah benar dan berisi uraian-uraian yang disusun secara cermat, jelas dan lengkap.

Dan sesuai sebagaimana diatur pasal 143 ayat(2) huruf a dan b Undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentangKUHAP.

Oleh karena itu, lanjut Syamsul, kepada Majelis Hakim, yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini , berkenan untuk menjatuhkan putusan sela sebagai berikut:

Pertama, Menolak keberatan(esepsi) tim Penasehat Hukum terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng.

Kedua, Menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum yang telah dibacakan pada tanggal 26 September 2019 telah memenuhi syarat formil dan materiil sesuai ketentuan 143 ayat(2) huruf a dan b Undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentangKUHAP.

Ketiga, menyatakan melanjutkan pemeriksaan perkara tindak pidana umum dengan terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng.

Usai mendegarkan tanggapan JPU atas esepsi terdakwa, majelis hakim ketua didampingi dua hakim anggota menunda sidang pekan depan dengan agenda putusan sela.

Sementara itu, pantauan lapangan, proses persidangan terdakwa Tahir Ferdian mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polsek Batamkota dan Polresta Barelang, pasalnya pengunjung sidang yang hadir cukup banyak dari berbagai daerah karena diduga pengunjung merupakan korban dugaan penipuan oleh terdakwa.

Namun, persidangan kali ini, terlihat cukup berjalanlancar dan tertib dan tidak terjadi kericuhannya seperti sebelumnya diruang sidang ulah seorang nasabah yang mencoba menginterupsi hakim oleh salah seorang nasabah diduga korban terdakwa.

Hendri Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong Milinium Group minta PN Batam menahan Terdakwa Tahir Ferdian saat di PN Batam(foto/pariadi).

Diberitakan sebelumnya, Puluhan korban ivestasi bodong yang datang dari berbagai daerah yakni Solo, Surabaya, Medan, Manado dan lainnya yang sempat mengamuk, meminta Pengadilan Negeri Batam menahan terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng yang diduga bos Millinium Group.

Pasalnya, ungkap salah seorang korban investasi bodong bernama Hendri, terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng di duga telah melakukan dugaan penipuan nasabah lebih kurang 2000 orang di wilayah Indonesia dengan modus investasi.

“Dana kami yang hilang dan belum kembali sekitar Rp 2,4 miliar sekian. bahkan ada yang lainnya sampai enam miliar nilai kerugiannya. Kami tegaskan, Tahir Ferdian harus kembalikan dana kami,”

“Tidak itu saja, kami minta PN Batam menahan terdakwa Tahir Ferdian, kok bisa kabulkan terdakwa pengelapan Rp25 milyar tahanan kota, bahkan kami tahu beberapa waktu lalu terdakwa keluar kota,” ujarnya.

Selain itu, Hendri juga meminta terdakwa di penjara bukan tahanan kota dan kemudian juga harus membayar uang kami dan hukum harus ditegakkan, kami juga melaporkan kepada Presiden Jokowi agar hukum kembali di tegakkan.

“Di Batam kasusnya menggelapkan aset perusahaan puluhan miliar, kok masih bisa tahanan kota,”ujarnya Hendri berapi-api.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY