Jaksa Yakin Chen Yi Qun Dumping Limbah Dituntut Setahun Percobaan

0
206
foto/rasio.co

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntu Umum(JPU) Mega Tri Astuti yakin terdakwa Chen Yi Qun nahkoda MT. Freya diduga melakukan dumping limbah berbahaya diperairan indonesia dituntut setahun percobaan serta denda Rp2,5 miliar.

Terdakwa diduga melakukan dumping limbah berbahaya dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 UU RI No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Menyatakan terdakwa Chen Yi Qun anak dari Chen Wey Jie terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan Kesatu Primair Pasal 104 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP

“Dan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Kedua : Pasal 317 Jo Pasal 193 Ayat 1 Huruf b Undang – undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Chen Yi Qun anak dari Chen Wey Jie dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dengan masa percobaan selama 2 (dua) tahun, Menjatuhkan pidana denda terhadap terdakwa sebesar Rp 2.500.000.000,-,” Kata Mega diruang sidang PN Batam. Senin(03/05) lalu.

Diketahui, Bahwa pada hari Rabu tanggal 19 Januari 2021 terdakwa menahkodai kapal MT.Freya berlayar dari Singapura menuju ke lokasi titik koordinat 00º09’00” S – 107º10’30” E yang telah ditentukan perusahaan Freya Limited.

Sekira hari Kamis tanggal 21 Januari 2021 setelah kapal MT. Freya sampai di posisi yang ditentukan tersebut, kemudian terdakwa melakukan kontak Radio VHF chanel 17 dengan kode 1049 dan ternyata dijawab oleh Nahkoda kapal MT.Horse sehingga dipastikan bahwa kapal MT. Horse adalah sesuai dengan yang ditentukan perusahaan Freya Limited.

Bahwa pada hari Jum’at tanggal 22 Januari 2021 pukul 16.00 Wib, dengan dipandu komunikasi Radio kapal MT. Freya mendekat ke kapal MT. Horse yang telah terlebih dahulu tiba di titik koordinat tersebut.

Kemudian terdakwa mengarahkan kapal MT. Freya bersandar atau tender bersama dengan kapal MT. Horse yang melakukan labuh jangkar dengan cara mengangkat jangkar kapalnya.

Untuk selanjutnya bersama-sama bergerak dan melakukan tender atau sandar dengan posisi bersebelahan untuk persiapan melakukan ship to ship muatan bahan bakar minyak mentah berupa crude oil dari kapal MT. Horse dengan menggunakan selang yang disambungkan ke kapal MT. Freya.

Bahwa pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021 kegiatan ship to ship crude oil dari kapal MT. Horse ke kapal MT. Freya mulai dilakukan, dan terdakwa memerintahkan saksi Wangh Wie Jiie selaku penanggung jawab pembuangan water ballast untuk membuang limbah ke laut tanpa menghidupkan mesin Oil Water Separator (OWS) sebagai penyaring minyak.

Dan membuang atau dumping air limbah ke laut melalui buritan kanan kapal MT. Freya yang mengeluarkan cairan berwarna coklat gelap mengkilap menyerupai minyak dan berbuih atau berbusa serta berbau menyengat seperti bau minyak yang tumpah ke laut.

Bahwa pada hari Minggu tanggal 24 Januari 2021 sekitar pukul 15.00 WIB bertempat di Wilayah Perairan Indonesia pada posisi 00o 09’00” S – 107o 10’ 30” E, keberadaan kedua kapal tersebut terdekteksi oleh Kapal Patroli Badan Keamanan Laut (Bakamla) KN. Pulau Marore-322 yang dikomandani oleh saksi Letnan Kolonel Bakamla Yuli Eko Prihartanto.

Selanjutnya saksi Serda Bakamla Priarso Ciptoyuwono dan petugas Bakamla menemukan selang yang saling menyambung dan diduga kuat digunakan untuk melakukan transfer muatan bahan bakar minyak berupa crude oil diantara kedua kapal.

Dan dari hasil pengamatan visual secara lebih dekat lagi didapati bahwa kapal yang sebelumnya diketahui bernama MT.Freya tersebut sedang melakukan pembuangan atau dumping limbah ke laut melalui lubang buritan kanan.

Kapalnya dengan mengeluarkan cairan berwarna coklat gelap mengkilap menyerupai minyak dan berbuih atau berbusa serta berbau menyengat seperti bau minyak yang tumpah ke laut dengan jumlah volume ± 2.500 – 3.000 m3/jam, dan atas kejadian tersebut langsung dibuat dokumentasi berupa video.

Lalu dilakukan pengambilan sampel cairan barang bukti limbah dilakukan oleh petugas Bakamla dengan jarak 500 yard atau 400 meter dari lubang pembuangan lambung kanan belakang kapal MT. Freya sambil bergerak pelan.

Kemudian kedua kapal tangker MT. Horse dan MT. Freya diamankan dan di labuhkan ke Perairan Batu Ampar, pada koordinat 01°11.4918’ N 103°57.8447’ E oleh Petugas Bakamla untuk diproses lebih lanjut.

Adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY