Kajari Kuansing Tetapkan H Tersangka Dugaan SPPD Fiktif

0
86

RASIO.CO , JejakRiau/Telukkuantan- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing telah menetapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), inisial H sebagai tersangka sejak Rabu, 10 Maret 2021 pekan lalu.

Penetapan tersangka dilakukan setelah pihak Kejari memanggil saksi-saksi terkait SPPD fiktif dilingkukangan BPKAD Kuansing,Hal itu diungkapkan oleh Kajari Kuansing, Hadiman kepada awak media Senin (15/03/21).

Terkait dengan ini H  kembali akan dipanggil kembali Selasa 16/3/2021 untuk dimintai keterangan sebagai tersangka yang tentunya diharapkan kepada pihak-pihak yang telah dijadwalkan untuk diperiksa agar hadir memenuhi surat panggilan.

“Bila Ia (H) tidak hadir kami akan panggil lagi dengan surat panggilan kedua hari Jumat, dan bila juga tidak hadir kami layangkan panggilan ketiga hari Selasa lagi. Bila sampai panggilan ketiga tidak jelas juga kedatangannya, tentu kami akan terapkan ketentuan hukum yang ada, mungkin bisa saja dilakukan seperti penangkapan dan langsung penahanan,” kata Hadiman.

Sebelumnya, pihak Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah ( BPKAD) Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, diwakili oleh Kabid Aset Hasvirta, menyerahkan ratusan juta uang SPPD yang diduga fiktif kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing. Uang senilai Rp. 493 juta lebih itu langsung diterima Kajari beserta jajaran penyidik di kantor Kejari Kuansing.

“Uang yang baru diserahkan Rp.493 juta lebih, ini kasus SPPD Fiktif pada BPKAD Tahun 2019, ini hanya bon minyak saja,” ungkap Hadiman.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan, pada kasus dugaan SPPD fiktif di BPKAD disinyalir banyak pihak yang turut menikmatinya, mulai dari pegawai biasa hingga pejabat teras.Tersangka H diduga telah melanggar Pasal 2 dan 3 UU Tipikor tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY