Kalah di PTUN Tingkat Pertama, Jaksa Banding Kasus Formosa Residence

0
307
foto/ist

RASIO.CO, Batam – Sebelumnya Mustari SH, selaku penasehat hukum tergugat 2 intervensi PT. Artha Utama Propertindo dengan tegas menyatakan mengajukan banding atas putusan No.03/G/2019/PTUN,tpi tanggal 18 September 2019 tersebut.

Hal yang sama setelah sepuluh usai putusan, Pengacara Negara Syamsul Sitinjak pun telah memastikan banding terkait putusan PTUN Tanjungpinang yang mengabulkan gugatan penggugat PT.Batama Nusa Permai.

“Kita sudah banding dan menyiapkan memori banding,” kata Jaksa Syamsul Sitinjak. Senin (30/09).

Selain itu, Kata Syamsul, wacananya memori banding akan kita serahkan pekan depan sebelum menjelang batas waktu 14 hari. dimana hasil salinan putusan PTUN sudah kami pelajari.

“Intinya Surat Keputusan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam (Sekarang Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam) Nomor: KPTS.636/IMB/BPMPTSP-BTM/XI/2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung sesuai prosedur dan perda,”

“Sedangkan masalah akses jalan keluar masuk yang dipermasalahkan diluar gugatan karena yang digugat IMB,” ujarnya.

Sebelumnya, Atas putusan majelis hakim PTUN Tanjungpinang tersebut, menurut Jaksa Pengacara Negara Syamsul Sitinjak didampingi Kasi Datun Kajari Batam mengatakan, bahwa putusan tersebut ngawur dengan dicabutnya IMB Formosa Residence.

Pasalnya, Kata Syamsul, tidak ada hubungannya IMB yang telah di keluarkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam dengan Row Jalan 30 yang di kleim penggugat sebagai miliknya.

“Pada tahun 2013 di fatwa planologo milik pengugat sama PLnya itu row jalan 30, kalau itu sudah row jalan itukan milik pemerintah, milik umum,”

“Dan kalaupun jalan tersebut dibagun oleh tergugat , kan tidak ada kaitannya dengan IMB dan sehingga tiga pertimbangan hakim tersebut ngawur,” ujar Syamsul didampingi Kasi Datun. Rabu(20/09). diruangannya.

Syamsul menambahkan, atas putusan hakim PTUN Tanjungpinang, pihaknya sebagai pengacara negara punya waktu 14 hari untuk menentukan sikap dan juga tentunya akan berdiskusi dengan pihak tergugat,”tutupnya.

Kuasa Hukum PT. Artha Utama Propertindo Banding

Kuasa Hukum PT. Artha Utama Propertindo, Mustari sebut putusan perdata No.3/G/2019/PTUN.TPI oleh PTUN Kepri belum berkekuatan hukum tetap(Inkracht), untuk itu pembangunan Formosa Residence tetap berlanjut karena pihaknya akan melakukan banding.

Mustari SH, selaku penasehat hukum tergugat 2 intervensi PT. Artha Utama Propertindo dengan tegas menyatakan mengajukan banding atas putusan No.03/G/2019/PTUN,tpi tanggal 18 September 2019 tersebut.

“Kita akan segera melakukan banding ke Pengadilan Tata Usaha (PTUN) Medan, besok atau lusa. Dan akan segera menyatakan banding dan menyatakan kita tidak sependapat dengan pertimbangan hakim PTUN Tanjungpinang,” Kata Mustari didampingi rekan Novita Putri Manik, SH.

Ia mengatakan, ini baru putusan awal / tingkat pertama, putusan belum incracht ( belum memiliki kekuatan hukum tetap).

“Ini kan belum inkracht, belum memiliki kekuatan hukum. Ini baru putusan awal. Ini bukan akhir segalanya. Masih dalam proses hukum selanjutnya,” ucap Mustari, Rabu (18/09).

Mustari menyebut tidak sependapat dengan pertimbangan dalam putusan. Oleh karena itu kita keberatan, kita akan banding,”tegasnya.

Lebih lanjut Mustari mengatakan, lagi bahwa pihaknya dalam memperoleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut, telah melalui prosedur yang berlaku.

”Kita mengajukan izin sesuai prosedur. Dasarnya kita adalah IMB yang dikeluarkan oleh tergugat yaitu dengan dasar ini kita melakukan pembangunan. awalnya kita optimis, dokumen yang kita punya lengkap, IMB, Fatwa Planologi, Amdal, Andalalin, sertifikat tanah dan dokumen pendukung lainnya,”ungkapnya.

Sekali lagi Mustari tegaskan, ini tidak memberi dampak terhadap proses pembangunan yang sedang berjalan. Semuanya berjalan secara wajar dan sesuai perencanaan. Dan yang pasti semua dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku.

“Ini baru putusan awal, masih ada proses banding dan hingga kasasi. Ini kan upaya hukum semua,” terang Mustari.

Sementara itu, Hasil sidang putusan perdata No.3/G/2019/PTUN.TPI tanggal 18 September 2019, dibacakan oleh Majelis Hakim PTUN Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dalam sengketa pembatalan IMB Apartemen Formosa Residence perkara dengan No.03/G/2019 /PTUN.TPI yang dimohonkan PT.Batama Nusa Permai.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY