Kapal Bawa Sembako Tertahan di Jambi

0
192

RASIO.CO, Lingga – Kapal membawa bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat di Dabo Singkep, diduga tertahan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Tungkal, di Sungai Batang Hari, Tanjung Jabung, Provinsi Jambi.

“Kita sudah mendapati informasi tersebut, dan saat ini kami dengan segala kewenangan yang ada, akan berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar kapal tersebut dapat kembali berlayar,” kata Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy, kepada awak media. Minggu (20/6).

Neko menjelaskan, dengan adanya keterlambatan distribusi barang-barang bahan pokok dari Jambi dengan menggunakan kapal tersebut, dikuatirkan akan terjadi lonjakan harga barang khususnya di wilayah Dabo Singkep, yang sebagian besar mengandalkan pasokan barang-barang dari kapal Jambi tersebut.

Kapal-kapal tersebut, lanjut Neko, tidak saja memuat kebutuhan pokok, namun beberapa produk makanan ringan dan barang-barang kelontong dari Pulau Jawa, yang juga dikirim melalui kapal kayu tersebut, dan didistribukan ke wilayah Kabupaten Lingga, bahkan wilayah Kepulauan Riau.

“Saat ini memang ada Kapal Roll On Roll Off (Roro) yang sudah beroperasi kembali, namun tentunya tidak semuanya dapat terangkut dengan kapal roro, sehingga masih banyak juga yang menggunakan kapal kayu,” terangnya.

Dikatakan, tidak saja barang kebutuhan dari Jambi ke Kabupaten Lingga, tapi dengan terhentinya kapal tersebut juga menunda beberapa barang hasil pertanian dan perkebunan di Kabupaten Lingga, untuk dapat dibawa ke Jambi yang selama ini menjadi salah satu pasar berbagai hasil bumi yang ada di Kabupaten Lingga.

“Dengan tertahan kapal itu bukan hanya barang dari Jambi, tapi hasil-hasil bumi kita seperti karet dan bahan-bahan lainnya yang biasa di kirim ke Jambi untuk dijual juga akan terhambat, dan otomatis mematikan perputaran ekonomi kita disini juga,” paparnya.

Tapi, tambah Neko, apapun kebijakan yang diambil petugas tersebut, tentunya merupakan kebaikan bersama, akibat dari adanya kecelakan laut yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

“Tentunya kita mendukung kebijakan tersebut, hanya saja kita ingin segala administrasi dapat dipercepat dan dipermudah namun tetap mengikuti prosedur yang ada,” tutupnya.

Puspan

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY