Kasus Covid-19 di Kepri Menurun, Gubernur Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah

0
89

RASIO.CO, Tanjungpinang – Gubernur H. Ansar Ahmad yang juga Ketua Tim Satgas Covid-19 Provinsi Kepri memimpin rapat dengan mengikutsertakan seluruh Satgas covid-19 dari seluruh kabupaten dan kota secara virtual di ruang rapat utama lantai 4 kantor Gubernur Kepulauan Riau, di Dompak, Tanjungpinang, Jumat (5/3).

Rapat ini diawali dengan  pemaparan umum dari Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah selaku  ketua harian Satgas covid-19 Provinsi Kepri menyangkut penanganan covid di Kepri dan vaksinasi.

Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina hadir secara virtual dalam rapat ini. Selain itu hadir juga jajaran kepala OPD yang berkaitan atau terlibat dalam tim Satgas Covid-19.

Sebagai ketua tim Satgas covid-19 Provinsi Kepri, Ansar Ahmad berterimakasi atas kerja seluruh tim yang sudah bekerja dengan baik menangani masalah covid-19 di Kepri, sehingga kasusnya cenderung menurun. Namun demikian, dia mengingatkan agar tim tidak lengah atas penurunan kasus ini, dengan terus mengingatkan masyarakat mematuhi prokes yang ditetapkan.

Terutama di tempat-tempat umum tempat masyarakat berkerumum seperti dinpasar, tempat-tempat hihuran malam dan tempat-tempat ibadah.

“Meskipun kasusnya menurun,  kita tetap tidak boleh lengah. Selanjutnya kita akan mengadakan rapat, terkait upaya pemulihan ekonomi. Dengan catatan kita harus betul-betul bisa mempertahankan atau menekan perkembangan covid di Kepri,” kata Ansar Ahmad.

Terkait pemulihan ekonomi, diakui Ansar para pelaku usaha pariwisata saat ini sangat berharap kepada Pemerintan agar bisa memfasilitasi dibukanya kembali akses  kunjungan turis mancanegara masuk ke Kepri.

Dalam diskusi,  menurut Ansar pembukaan akses kunjungan turis ini memungkinkan untuk dilakukan, dengan catatan para turis hanya masuk di kawasan wisata dan tidak beraviliasi langsung dengan masyarakat. Contohnya di Bintan Reaort di Bintan dan Nongsa Point di Batam.

“Dalam waktu dekat kita rapat masalah ini. Awal April mudah-mudahan sudah bisa kita realisasikan. Kita susun strategi regulasinya dengan baik termasuk dengan pihak karantina. Selanjutnya kita bicarakan  dengan pihak Dubes Singapura. Jika persiapan dan konsep ini sudah siap, baru kita bicarakan rencana ini kepada Menteri Pariwisata,” terang Ansar.

Agar covid di Kepri tetap bisa ditekan dan kerja Pemerintahan bisa bisa lancar. Ansar berharap masyarakat tetap patuh dengan protokol kesehatan, terutama ditempat-tempat masyarakat berkerumun seperti di pasar, hiburan malam, dan sebagainya.

“Rata-rata covid menyebar di tempat-tempat berkumpulnya masyarakat seperti pasar, tempat hiburan dan keramaian lainnya. Mereka tidak bisa kita batasi, tapi tetap bisa kita kontrol. Kita harus inventarisasi tempat-tempat yang memungkinkan berkumplnya masyarakat. Selanjutnya harus ada petugas disana yang rutin mengingatkan masyarakat. Saya yakin pekerjaan ini tidak sulit, yang penting komitment dan konsisten,” pinta Ansar.

Dalam kesempatan ini, Ansar juga mendengarkan perkembangan laporan kasus covid-19 dari seluruh Satgas covid-19 dari setiap kabupaten dan kota. Dan dari laporan yang disampaikan, seluruh kabupaten dan kota telah mengalami penurunan kasus  yang sangat siknifikan.

Dalam pada itu, Wakil Guberur Hj Marlin juga menyampaikan bahwa jumlah masyarakat yang ingin divaksin semakin banyak. Mereka sadar dengan pentingnya vaksinasi sebagai saah satu solusi memutuskan mata rantai sebaran covid19.

Wagub pun ingin ada central-central vaksi di sejumlah tempat dikondisikan. Sehingga ada kemudahan masyarakat ke depannya untuk vaksinasi.

Wagub Marlin tengah pekan ini malah ikut melakukan rapat koordinasi dengan Menkes Budi Gunadi tentang vaksinasi. Dari rapat itu ada diskusi-diskusi vaksinasi untuk lansia.

Wagub pun sudah menyampaikan agar OPD terkait itu menyiapkan target-target vaksinasi untuk lansia. Termasuk vaksin gotong royong yang diinginkan sejumlah pelaku industri dan pariwisata di Kepri.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri dalam kesempatan ini memaparkan jika kasus covid-19 di seluruh Kabupaten dan Kota telah mengalami penurunan. Semuanya berada dalam zona aman, atau kuning.

Berdasakan angka 95 persen kasus di Kepri berhasil sembuh. Bahkan secara nasional tingkat kematian covid di Kepri cenderung kecil atau hanya 1,7 persen, dibanding nasional yang mencapai 2,5 persen. Dan kesembuhan kasus di Kepri mencapai 95,7 persen, sedangkan secara nasional hanya 86,4 persen.

“Dari pantauan dan hasil survey penyakit diabetes melitus merupakan penyakit penyerta yang paling rentan terhadap virus covid-19 ini. Sebahian kasus covid yang meninggal dikarenakan ada penyakit bawaan penyakit ini,” kata Arif selaku ketua harian Satgas covid-19 Provinsi Kepri.

Dalam kesempatan ini Arif juga melaporkan jika proses vaksinasi di Kepri sudah berjalan dengan baik, diawali dari distribusi hingga tahapan eksekusinya. Vaksinasi tahap pertama mencapai 85,8 persen dari pada tahap kedua mencapai 90.0 persen.(r).


Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY