Kasus Erpan Pemain TKI Ilegal Siap Disidangkan

56

RASIO.CO, Batam – Kasus terdakwa Erpan bin Mukarim diduga merupakan pemain TKI Ilegal, dimana pihak kepolisian berhasil mengamankan 71 TKI kembali dari Malaysia melalui pelabuhan tikus Pantai bale-bale, Nongsa Batam. dimana perkaranya siap disidangkan di PN Batam. Minggu(22/07).

Akibat perbuatannya terdakwa Erpan diancam pidana dalam Pasal 120 Ayat (1) Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan atau kedua diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Seperti diketahui, dilansir SIPP Batam, terdakwa Erpan ditanggal 02 Mei 2018 sekira pukul 17.00 Wib terdakwa mendapat orderan penjemputan TKI Ilegal via telpon dari Tungkang(DPO) sebanyak 71 orang yang pulang melalui Pantai bale-bale Nongsa, Batam.

Dimana orderan tersebut disanggupi terdakwa Erpan dan menyuruh DUl alias Zul(DPO) untuk menjemput orang-orang yang akan pulang tersebut.dan besoknya Tungkang(DPO) menghubungi kembali terdakwa bahwa 71 TKI Ilegal sudah berangkat pukul 030.30 WIB dan di Batam 04.30 WIB.

Terdakwa langsung datang ke Lokasi penjemputan TKI ilegal di Pantai Bale-Bale Nongsa Bakau seri Pantai Kelurahan Sambau,Batam menunggu kedatangan para TKI ilegal sambil mengatur dan mendata agar para penumpang datang dengan lengkap.

Selanjutnya sekira pukul 04.300 wib para penumpang atau TKI ilegal dari negara Malaysia
datang di Pantai Bale-Bale Nongsa Bakau seri Pantai Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa – Kota Batam lalu pada saat para penumpang kapal diturunkan dari kapal menuju pondok pinggir pantai, terdakwa didatangai pihak kepolisian dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Bahwa terdakwa melakukan pengangkutan para penumpang TKI Ilegal tersebut, tanpa melalui pemeriksaan imigrasi atau tidak melalui pelabuhan resmi.

Sementara itu, menurut salah seorang sumber rasio.co mengatakan, Batam merupakan surga bagi para TKI secara ilegal berangkat menuju negara jiran Malaysia untuk bekerja, dimana ada yang berangkat melalui pelabuhan tikus dan ada mengunakan pasport pelancong melalui pelabuhan Batamcentre.

Parahnya, lanjut sumber yang enggan namanya dipublis, para mafia pemain tki ilegal makin terus menjamur walaupun sudah puluhan kali ditangkap aparat kepolisian, ironisnya selalu main kucing-kucingan dengan aparat.

“Lihat saja di bandara Hang Nadin setiap harinya ratusan TKI diduga Ilegal dijemput
tekong,”ujar sumber.

Ia menambahkan, sulit dibasmi para mafia TKI ilegal karena sudah tersistem dan hasilnya
menggiurkan untuk kocek oknum tersebut, tampa memperdulikan nasib keselamatan tki tersebut saat kecelakaan di laut,”pungkasnya.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda