Kasus Gembong Narkotika Warga Malaysia Siap Disidangkan

34

RASIO.CO, Batam – Empat warga negara Malaysia di duga merupakan gembbong narkoba jeni ekstasi dengan barang bukti 40 ribu butir , kasusnya siap disidangkan di Pengadilan Negeri Batam.

Keempat terdakwa yakni, Tiu Hu How, lee Bing Chong, Ngo Chee Wey dan Bang HaeYuan dengan barang bukti 40 butir pil ekstasi dan sejumlah uang $240.000.

Perkera keempat terdakwa sudah didaftarkan Kejari Batam di PN Batam dengan nomor register 543/pid.Sus/2018/PN Batam, sedangkan JPUnya Rumondang.

Dikutip di SIPP PN Batam, Bahwa pada hari Minggu tanggal 4 Februari 2018 sekira pukul 08.00 Wib, saksi Palti Simangunsong, saksi Mustafa ramadhan, SH, saksi Frimadoni (Anggota Polri ) melakukan Penyelidikan Tindak Pidana Narkotika di Hotel Planet Holiday, Kota Batam.

Dan tepatnya di kamar 722 Hotel Planet Holiday Kota Batam, saksi  melakukan penggerebekan.

Dimana saat itu terdakwa dan  SAS (DPO) sedang menghitung Narkotika jenis Ekstasi untuk memastikan bahwa Obat Goyang (Ekstasi) yang dikirimkan oleh AHAO (DPO) sudah sampai sesuai dengan jumlah yang telah dikirim di Kamar Hotel Planet Batam,

yaitu sejumlah 40.000 (Empat puluh ribu butir) dengan jumlah uang Singapore $ 240.000 (Dua ratus empat puluh ribu) dan saksi menemukan barang bukti milik terdakwa.

Selanjutnya saksi penangkap membawa terdakwa, saksi LEE BING CHONG Als ACONG, saksi BONG HAE YUAN Als AYEN,  dan  saksi TIU HU HAU Als AH HAO, beserta barang bukti ke Kantor BNNP Kepri.

Namun pada saat didalam perjalanan menuju kantor BNNP Kepri, SAS (DPO) berhasil melarikan diri dan saksi PALTI SIMANGUNGSONG, saksi MUSTAFA RAMADHAN, SH, saksi FRIMADONI berusaha untuk mengejar dan melepaskan tembakan, namun tidak berhasil menangkap SAS (DPO) dari pelariannya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Seperti diketahui, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri, melakukan penggerebekan di salah satu kamar Hotel Planet Holiday, Jl Raja Ali Haji Kawasan Jodoh, Kota Batam. Pengungkapan tersebut berhasil menyeret empat orang gembong narkotika nasional beserta barang bukti sebanyak 40.000 butir pil ekstasi, Minggu (4/2/2018).

“Keempat tersangka merupakan warga negara Malaysia,” ungkap Kepala BNN Kepri, Brigjen Pol Ricard Nainggolan didampingi Kabid Brantas BNN Kepri, AKBP Bubung Pramiadi, di gedung BNN Kepri, Batubesar, Kota Batam, Senin (5/2/2018) siang.

Keempat warga negara Malaysia berjenis kelamin laki-laki tersebut berisial L (30), B (38), N (24) dan T (31). Dua orang lainnya AH yang juga warga negara Malaysia beserta SS warga negara Indonesia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Hasil pemeriksaan, keempat tersangka masuk ke Indonesia tujuan Pelabuhan Fery Batam Center dari Malaysia secara tesmi. Sedangkan barang bukti kurang lebih 40.000 butir ini masuk melalui pelabuhan tidak resmi,” ungkap Jendral bintang satu ini.

Sebanyak 40.000 ribu narkotika golongan I jenis pil ekstasi berwana biru, merah muda dan oranye tersebut dibawa oleh seorang kurir suruhan keempat WN Malaysia tersebut.

“Dari hasil interogasi terhadap tersangka, diketahui ekstasi tersebut berasal dari Malaysia dan akan dibawa ke Jakarta,” ujarnya.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda