Kasus Kheng Soei Bos Distributor Nakal Bergulir Dipersidangan Batam

92

RASIO.CO, Batam – Kasus dugaan mendistibusikan pangan merk Sunny tampa izin edar dengan terdakwa Jasmin Alias Ata yang merupakan bos PT.Dwi Putra Tunggal bergulir di sidang Pengadilan Negeri Batam. Jumat(13/07).

Dimana terdakwa diduga memasarkan produk selai merek Sunny tampa memiliki izin edar BPOM Kepri, sehingga dapat merugikan konsumen dan akhirnya di tangkap Kopolisian Polresta Barelang.

Barang bukti yang berhasil diamankan kepolisian disalah satu toko OKI serba 8000 yang terletak dipasar Mitra Batam. dimana bos ditributor tersebut dikenakan Pasal 142 Undang-undang No.18 tahun 2012 tentang Pangan.

“Sidang digelar senin lalu, namun terdakwa tidak ditahan,” kata sumber KR di PN Batam.

Sementara itu, Sesuai SIPP Batam, kasus terdakwa Jasmin alias Ata berawal dari laporan masyarakat dimana perusahaan terdakwa PT.Dwi Putra Tunggal bergerak dibidang ditributor beralamat di Komplek MCP Industrial C2 No.15 Batam.

Terdakwa menjual selai Merk Sunny tersebut ke Supermarket BCS Mall, TOP 100 Bengkong ,Toko OKI Serba 8000 dan Toko lain sekitar Kota Batam.

Bermula perusahaan terdakwa Juni 2017 Toko OKI Serba 8000 mengirimkan Purchase Order (PO) melalui email PT. Dwi PutraTunggal memesan selai Merk Sunny dengan rasa Kaya Spread Original sebanyak 36 pot dan rasa Strawberry sebanyak 40 pot.

Selanjutnya pesanan tersebut dikirim ke Toko OKI serba 8000 di Pasar Mitra Raya – Kota Batam dan telah dibayar lunas .

Pada tanggal 15 Juni 2017 sekira pukul 17.00 wib Unit Idik V Satreskrim Polresta Barelang selaku Satgas Pangan mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Toko OKI Serba 8000 yang berada di Pasar Mitra ada menjual atau memperdagangkan bahan olahan pangan berupa Selai Merk Sunny yang tidak memiliki izin edar.

Kemudian saksi Ade Putra dari Tim Satgas Pangan Satreskrim Polresta Barelang didampingi oleh saksi Rai Gunawan S.Farm.,Apt dari Balai POM langsung melakukan pengecekan di Toko Serba 8000 tersebut . Selanjutnya bertemu dengan saksi Ersalinda Sinaga yang merupakan kasir di Toko OKI serba 8000.

Selanjutnya saksi Ade Putra dan saksi Rai Gunawan S.Farm.,Apt melakukan pemeriksaan dan ditemukan bahan olahan pangan berupa 4 pot Selai Merk Sunny dengan rasa Kaya Spread Original dan 27 pot selai merk Sunny dengan rasa Strawberry .

Bahwa dari penemuan tersebut dilakukan pengecekan terhadap Selai tersebut apakah memiliki izin edar atau belum mendapatkan persetujuan pendaftaran yang diberikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan R.I sehingga tidak boleh diperdagangkan di Wilayah Indonesia .

Dari pengecekan saksi-saksi pada kemasan Selai Merk Sunny dengan rasa Kaya Spread Original tidak tertera izin edar . Sedangkan pada Selai Merk Sunny dengan rasa Strawberry pada kemasan tertera izin edar BPOM RI ML : 234101002390.

Bahwa terhadap temuan tersebut saksi Rai Gunawan S.Farm.,Apt melakukan pengecekan di data base Badan POM melalui Aplikasi handphone CekBPOM atau dengan website www.cekbpom.pom.go.id . Dari hasil pengecekan disimpulkan produk yang anda cari tidak ditemukan atau belum terdaftar.

Bahwa selanjutnya saksi Ade Putra dan Saksi Rai Gunawan S.Farm.,Apt menanyakan penanggungjawab Toko OKI Serba 8000 (PT.Alstore Mitra Raya) dan dari penjelasan saksi Ersalinda Sinaga diketahui bahwa penanggungjawab sekaligus Direktur adalah saksi Jasmin .

Bahwa dari keterangan saksi Jasmin bahwa bahan olahan pangan berupa Selai Merk Sunny dengan rasa Kaya Spread Original dan Strawberry dibeli dari terdakwa Kheng Soei Marcus Als Markus selaku Direktur PT.Dwi Putra Tunggal Selaku Distributor.

Dimana pembelian awal pembelian sebanyak 36 (tiga puluh enam) pot Selai rasa Kaya Spread Original dan 40 (empat puluh) selai rasa Strawberry sesaui dengan Invoice pengihan nomor :B500692/CR/05/2017 .

Bahwa persyaratan pangan olahan yang akan diperdagangkan atau dijual harus memiliki nomor pendaftaran atau nomor ijin edar dari kepala Badan POM RI, hal ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No.18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 91 ayat (1) .

Bahwa dalam hal pengawasan, keamanan, mutu, dan gizi, setiap pangan olahan yang dibuat di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran, pelaku usaha pangan wajib memiliki izin edar.

Dalam Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2004 tentang keamanan mutu dan gizi pangan, Pasal 42 dinyatakan dalam rangka pengawasan keamanan, mutu dan gizi pangan, setiap pangan olahan baik yang diproduksi di dalam negeri atau yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan wajib memiliki surat persetujuan pendaftaran.

Sehingga pangan yang tidak memiliki surat persetujuan pendaftaran, maka pangan tersebut tidak mempunyai nomor pendaftaran atau nomor izin edar. Jadi sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku, pangan tersebut tidak boleh diperdagangkan atau dijual kepada masyarakat di wilayah Indonesia.

Bahwa setiap pangan olahan sebelum diedarkan harus diuji kelayakannya untuk mendapatkan nomor pendaftaran/nomor izin edar apabila hasil uji kelayakan aman untuk dikonsumsi dan memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan maka baru diberikan ijin edar dan apabila sudah habis masa berlakunya maka harus diperpanjang kembali ke Badan POM R.I.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda