Kasus Nahkoda Kapal MT. Seaways Rubymar Bergulir di PN Batam

0
1311
foto/ist

RASIO.CO, Batam -Kasus dugaan Nahkoda Kapal MT. Seaways Rubymar terdakwa MT. Seaways Rubymar diduga labuh jangkar diperairan Indonesia tanpa izin syahbandar bakal disidang PN Batam.

Terdakwa nahkoda MT. Seaways Rubymar tersebut diagendakan sidangnya oleh PN Batam sesuai SIPP pada Senin(27/12) diruang sidang utama Kusuma Admaja.

Kapal Tanker MT. Seaways Rubymar berbendera Marshal Island GT 40.343 merupakan tangkapan TNI Al di perairan Timur Laut Pulau Bintan.

Nakoda Kapal didakwa  JPU Wahyu Octaviandi dengan Pasal 317 jo Pasal 193 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Dalam dakwaan terdakwa Glenn Vincent A.Madoginog berlayar  dari Calau, Peru tujuan negara Singapura sesuai Port Clereance yang dikeluarkan syahbandar Peru, 05 Agustus 2021.

Dalam perjalanan menuju Singapura kapal mendapatkan perintah dari Operator Kapal V.Ship Uk Limited berupa pesan email “agar kapal berlabuh di timur OPL”.

Sebelum tiba di timur OPL terdakwa selaku nahkoda mengadakan rapat dengan tim anjungan untuk menentukan posisi Lego Jangkar.

Diduga diputuskan lego jangkar koordinat 01º 48,11’ U – 105º 04,66’ T, kemudian pada tanggal 12 September 2021 kapal tiba di East OPL pukul 23.00 waktu setempat nahkoda melakukan labuh jangkar di koordinat tersebut.

Padahal diduga Kapal MT. Seaways Rubymar dalam keadaan baik-baik saja serta tidak dalam keadaan memaksa (force majeure) atau dalam keadaan bahaya atau untuk tujuan memberikan bantuan pada orang, kapal atau pesawat udara yang berada dalam keadaan bahaya.


Kamis tanggal 16 September 2021 sekira pukul 06.00 WIB KRI Sembilang – 850 berlayar dalam rangka Operasi Alur Segara – 21 BKO Danguskamla Koarmada I.

Saat sedang berlayar ditemukan adanya kontak radar jarak 6 NM yg sedang melaksanakan lego jangkar di perairan Teritorial Indonesia.

Sambil mendekati kontak tersebut KRI Sembilang – 850 mencoba untuk melakukan komunikasi VIA Radio VHF Chanel 16 dan terjalin komunikasi kemudian didapati kontak tersebut adalah MT. Seaways Rubymar berjenis Tanker.

Sekitar pukul 07.30 KRI Sembilang – 850 melaksanakan peran sekoci kemudian tim pemeriksa 1 bergerak menuju MT. Seaways Rubymar untuk melaksanakan pemeriksaan.

Lalu sekitar pukul 08.00 tim pemeriksa 1 On board di MT. Seaways Rubymar untuk melaksanakan pemeriksaaan, dari hasil pemeriksaan didapati nakhoda MT. Seaways Rubymar melaksanakan lego jangkar di perairan teritorial Indonesia tanpa ijin dari otoritas syahbandar.
Berdasarkan catatan Log Book, terdakwa melakukan lego jangkar di laut Teritorial Indonesia, pada posisi 01º 48,11’ U – 105º 04,66’ T lebih kurang 4 (empat) hari lamanya sampai dengan terdakwa diperiksa oleh pihak TNI AL.

Diduga selama terdakwa lego jangkar kapal Kapal MT. Seaways Rubymar berbendera Marshal Island tanpa dilengkapi ijin dari Otoritas Kesyahbandaran Indonesia.

Dan berdasrkan Pasal 18 ayat (2) The United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982) sebagaimana telah diratifikasi dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention on the Law of the Sea (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hukum Laut), dijelaskan bahwa “Pelayaran lintas laut damai tersebut harus dilakukan secara terus menerus, langsung serta secepatnya, sedangkan berhenti dan membuang jangkar hanya dapat dilakukan bagi keperluan navigasi yang normal atau kerena keadaan memaksa (force majeure) atau dalam keadaan bahaya atau untuk tujuan memberikan bantuan pada orang, kapal atau pesawat udara yang berada dalam keadaan bahaya”.

Dalam hal terdakwa melakukan lego jangkar tanpa seijin dari otoritas Syahbandar Indonesia maka terdakwa tidak mematuhi tata cara berlalu lintas di wilayah laut Indonesia dan berpotensi membahayakan lalu lintas navigasi di wilayah laut Indonesia.

Seharusnya terdakwa berlayar dari Callau, Peru tujuan ke Singapura sebagaimana Port Clearance terlebih dahulu baru meminta ijin labuh jangkar ke otoritas Kesyahbandaran Indonesia untuk melakukan lego jangkar di tempat yang telah ditentukan oleh Syahbandar.


Bahwa berdasarkan hasil ploating peta posisi 01º 48,11’ U – 105º 04,66’ T, maka diketahui kapal Kapal MT. Seaways Rubymar berbendera Marshal Island GT 40.343 berada di Laut Teritorial Indonesia tepatnya di Perairan Timur Laut Pulau Bintan.Adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY