Kasus Nahkoda Kapal Penyeludup Tangkapan Polairud

0
343

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Hermansyah merupakan Nahkoda kapal Nira Permata-GT 34 yang diduga mekyeludpkan barang bekas yang ditangkap Polairud Polda Kepri memasuki tahap agenda tuntutan JPU di Pengadilan PN Batam.

Selain terdakwa Hermasyah ditahan, Kapal Nira Permata-GT 34 juga dijadikan barang bukti di Pengadilan dan agenda tuntutan diagendakan awal tahun 2019. yang akan dibacakan JPU Mega Tri Astuti, dimana sebelumnya tuntutan belum siap.

Nahkoda Kapal Hermansyah dijerat dengan dakwaan melakukan tindak pidana berlayar tampa izin, Pasal 323 ayat (1) jo Pasal 219 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Serta KM Nira Permata tidak dilengkapi dengan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dari Bea Cukai dengan tujuan untuk menghindari dari pajak.

Sedangkan barang yang diduga diseludupkan saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Gundap Batam menuju Tanjung Batu Kabupaten Tanjung Balai Karimun berupa 133 Koli Tas kondisibekas, 358 koli Sepatu kondisibekas, 1 Koli ikat Pinggang kondisibekas.

120 karung Biji Kakao (Coklat) kondisi baru, 9 koli pakaian kondisi bekas, 36 Pcs Sunroof kondisi bekas, 122 tabung Krim Kosmetik Tanpa Merk kondisi baru, 50 kardus Krim Kosmetik Merk Collagen Plus Remei Kondisi Baru, 10 Pcs Mesin Fotocopy kondisi Bekas, 1 Pcs Crane Bekas;
50 Pcs Jok Mobil kondisi bekas, dan 35 Pcs Ban Mobil kondisi bekas.

Kapal yang di nahkodai terdakwa Hermansyah ditangkpa Polairud Polda Kepri pada Minggu tanggal 16 September 2018 sekira pukul 02.30 Wib, di Perairan Pulau Panjang, Batam pada koordinat 0° – 58’ – 048” N – 104° – 0’ – 039” E,

“Nahkoda yang berlayar tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219 ayat (1) Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran”,

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY