Kasus Pembunuhan Belum Usai Dijalani, Zulkifli Kembali Dituntut dalam Perkara Narkoba

0
122

RASIO.CO, Batam – Masih dalam status bebas beryarat dalam kasus pembunuhan dengan vonis 15 tahun, Zulkifli alias Zul Bin Hamid kembali terlibat pidana narkoba dan dituntut JPU Syamsul Sitinjak 8 tahun penjara dengan denda Rp1 milyar.

Mendengar tuntutan JPU Syamsul Sitinjak yang dibacakan jaksa penganti selama 8 tahun penjara, majlis hakim ketua Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota tersontak kaget, seolah tak percaya atas tuntutan jaksa karena terdakwa merupakan pernah terlibat kasus pidana berat pembunuhan.

” Bagaimana terdakwa atas tuntutan jaksa, apa ada keberatan? masih bebas beryarat dituntut 8 tahun lagi dalam kasus narkoba, sayang jaksa ama kamu ya,” Kata Hakim menyindir jaksa diruang sidang Tirta PN Batam. Rabu(09/2017).

Sementara itu, terdakwa Zulkifli dengan paras memelasnya serta suara serak-serak mendayu mengatakan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya memakai narkoba dan ingin membesarkan anaknya yang masih membutuhkan perhatian dan biaya hidup.

” Saya tobat dan insyaf serta akan memberikan contoh baik terhadap anak yang mulia,” ujarnya mendesah.

Majlis hakim akhirnya menunda sidang pekan depan dengan agenda mendengarkan putusan.

Diketahu, Zulkifli merupakan narapidana yang masih menjalani bebas beryarat dalam kasus pembunuhan, namun pada bulan april 2017 kembali tersandung kasus narkoba dan ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti sabu seberat 1,50 gram.

Penangkapan terhadap terdakwa bermula atas laporan masyarakat, dimana terdakwa zulkifli menemui Nasir(DPO) disimpang dam, kampung Aceh membeli satu paket sabu seharga Rp200 ribu.

Selanjutnya sabu tersebut disimpan didalam kotak rokok merk Luffman yang rencananya untuk dipergunakan sendiri. namun belum sempat dipakai ditangkap didepan Alfamart Dapur 12 Batu Aji-kota Batam.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 bungkus/paket Narkotika jenis Sabu disimpan didalam kotak rokok merk Luffman dan juga diamankan , 1 unit handphone Nokia warna biru beserta sim card nomor 0813 7499 7838 dan 1 unit handphone Nokia warna silver berserta sim card nomor 0823 6656 7561.

Sementara itu, JPU dalam dakwaannya, terdakwa diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. dan atau kedua pasal 112 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

APRI@www.rasio.co

 

 

LEAVE A REPLY