Kemenperin Genjot Sektor IKM

0
271

RASIO.CO, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus melakukan program pembinaan dan pengembangan sektor industri kecil menengah (IKM). Pasalnya, sektor ini masih menjadi tumpuan dalam pembangunan perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan upaya yang dilakukan Kemenperin antara lain melalui penumbuhan wirausaha baru, pengembangan produk IKM, peningkatan kemampuan sentra dan Unit Pelayanan Teknis (UPT), serta pemberian bantuan mesin dan peralatan produksi.

Selanjutnya, perluasan akses pasar melalui promosi dan pameran baik secara konvensional maupun secara digital melalui kerjasama dengan marketplace yang ada, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, fasilitasi sertifikasi mutu produk dan kemasan, serta fasilitasi pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Diharapkan, program-program tersebut mampu menghasilkan pelaku IKM yang kompeten dan berdaya saing. Karena dengan kompetensi perajin yang tinggi, akan berwujud pada produk yang dihasilkan termasuk dengan desain yang baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (2/8/2017).

Menperin menyampaikan pemerintah daerah juga berperan penting dalam memacu pertumbuhan dan pengembangan IKM. Kemenperin pun meminta kepada para Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerah terus menggiatkan partisipasi masyarakat dalam mendorong pengembangan IKM serta lebih cermat memberikan perhatian terhadap mereka yang telah melakukan upaya nyata dalam membantu penumbuhan IKM di daerah.

Kemenperin mencatat, jumlah IKM tumbuh mencapai 165.983 unit pada 2016 atau meningkat 4,5% dibandingkan pada 2015. Sementara pada 2017, jumlah IKM ditargetkan mencapai 182.000 unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 400.000 orang.

Dengan berbagai program strategis tersebut, Kemenperin akan mendorong penumbuhan wirausaha baru sebanyak 5.000 unit dan pengembangan 1.200 sentra IKM pada 2017. Pada 2019, ditargetkan akan mencapai 20.000 wirausaha baru.

Di samping itu, IKM terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Ini terlihat dari capaian pada 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3% dibandingkan pada 2015. Sedangkan, nilai tambah IKM pada 2014 tahun sekitar Rp373 triliun menjadi Rp439 triliun pada 2015 atau naik 17,6%.

Adapun, untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang berprestasi dalam pembinaan dan pengembangan industri, terutama sektor IKM, Airlangga menyerahkan sebanyak 26 penghargaan kepada pelaku dan pemerhati industri dalam negeri, yang terdiri dari Penghargaan Upakarti, Penghargaan Desain Terbaik Indonesia dan Penghargaan Kreasi Prima Mutu tahun 2017.

“Penghargaan ini komitmen dari pemerintah guna mendorong tumbuhnya motivasi pelaku industri khususnya IKM agar terus meningkatkan produksi dan pemasaran sehingga mampu berdaya saing di pasar domestik dan ekspor,” katanya.

Sumber:Bisnis.com

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY