Kepri Raih Anugrah Revolusi Mental Kategori Indonesia Bersatu

0
559
foto/diskominfo kepri

RASIO.CO, Tanjungpinang – Pemrov Kepri raih anugrah revolusi mental kategori Indonesia bersatu yang diselenggarakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Kegiatan Rakornas maupun Anugerah Revolusi Mental berlangsung pada Sabtu (21/12) di Ballroom Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta.

Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Tujuannya untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, berkeadilan dan sejahtera berlandaskan Pancasila.

Selama lima tahun pelaksanaan GNRM telah banyak perubahan yang dirasakan oleh kalangan masyarakat. Pada prinsipnya, GNRM adalah sebuah gerakan yang harus terus digalakkan sehingga dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan efek perubahan ke arah yang lebih baik.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa GNRM ialah gerakan berpindah dari yang tidak baik menjadi baik pun dari yang baik menjadi lebih baik. Oleh karena, harus didorong agar menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat.

“Perlu saya tegaskan revolusi mental hanyalah tema. Intinya adalah perubahan dari yang tidak baik menjadi baik yang masif sifatnya. Maka itu daerah-daerah diharapkan dapat melakukan gerakan-gerakan perubahan dari yang tidak baik menjadi baik, yang sudah baik menjadi lebih baik” ujar Menko PMK dikutip di kemenkopmk.go.id.

Anugerah itu diterima langsung oleh Isdianto, Plt Gubernur Kepri di Jakarta, Provinsi Kepri menerima anugerah untuk Kategori Gerakan Indonesia Bersatu. Selain Kepri, ada delapan provinsi lain yang menerima anugerah yang sama dari kategori berbeda.

Sementara itu, Sekda Kepri, H.T.S. Arif Fadillah, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kepri, atas anugerah ini. “Terimakasih kepada masyarakat Kepri. Bagaimana kondisi persatuan dan kesatuan kita, kita kan tidak ada pernah konflik antar umat beragama. Apapun yang kita lakukan karena kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Sekda.

Anugerah itu diterima Kepri setelah melalui berbagai tahapan. Mulai dari pengajuan persyaratan, tahapan wawancara, hingga survey langsung oleh tim penilai. “Terimakasih kepada Kesbangpol yang menyiapkan dokumennya dan lainnya,” tambah Sekda.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY