Kisah Tok Jahari Petani Gula Ijuk Midai

0
1663

RASIO.CO, Natuna – Tok Johari merupakan petani “Nyadap Ijuk” untuk menghasilkan gula aren di “Lekuk” atau sebuah lembah dekat daerah Air Bunga, Midai, Kabupaten Natuna.

Profesi nyadap ijuk sudah digelutinya lebih kurang 43 tahun sebagai penupang kehidupan keluarga tanpa lelah dan merupakan pekerjaan waris turun menurun.

Kisah inspiratif Tok Jahari (68) sangat pantas untuk di abadikan dan di sajikan menjadi sebuah kisah tentang semangat seorang manusia dalam menjalani kehidupan yang mengandung nilai-nilai spiritual dan loyalitas tinggi terhadap subuah perkerjaan yang dijalani nya sejak 1977 dan masih aktif hingga saat ini.

Jahari (68) adalah salah seorang dari beberapa orang petani Ijuk yang hingga saat ini masih mendedikasikan dirinya sebagai Petani Ijuk yang masih setia dalam menjani profesi sebagai Petani Ijuk.

Warga Gunung Jambat, Kecamatan Suak Midai ini setiap pagi pergi ‘Nyadap’ Ijuk yang berada di “Lekuk” atau sebuah lembah dekat daerah Air Bunga dan ada beberapa daerah lainnya yang menjadi target untuk Jahari “Nyadap Ijuk” dan meletakan alat penampung yang kelak akan menampung Air Ijuk dan akan diolah menjadi Gula Ijuk yang kelak akan dikonsumsi oleh masyarakat Midai.

Menurut Jahari (68) tidak semua orang yang bisa bertahan dengan perkerjaan semacam ini, sebab di butuhkan kesabaran dan ketabahan yang lebih, karna tidak hanya harus mengetahui bagaimana caranya saja, tapi juga harus memiliki bekal kebatinan dalam menjalani aktifitas “Nyadap” ijuk ini.

Keseharian Jahari yang setiap pagi sudah beranjak dari rumah nya yang berada di Desa Gunung Jambat, Kec. Midai ini rutin menjalankan aktiftas “Nyadap Ijuk ‘ yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan harian keluarga yang sangat dicintainya.

Perkerjaan yang dijalaninya sejak 1977 dan hingga saat ini selalu menghadapi pasang surut terhadap penghasilan, namun bagi Jahari hal tersebut bukanlah merupakan tantangan dalam perkerjaan tapi bagian dari hidup.

Kisah Tok Jahari merupakan sebuah contoh positif bagi kalangan muda yang masih tidak percaya diri untuk menjalani kehidupan, sebab nya kesetiaan Jahari terhadap perkerjaannya merupakan contoh untuk seseorang yang mudah menyerah, melihat aktifitas yang dilakukan Jahari bukan lah sesutu yang sangat mudah.

Namun, demi menjaga Kedaulatan Pangan, terkhusus Gula Ijuk bagi Jahari aktifitas ini adalah bagian dalam hidupnya.

Kami (Tim Petaniku) bermaksud dan bertujuan untuk mengangkat kisah Tok Jahari dalam sebuah Film Dokumenter agar generasi dapat melihat bagaimana dan seperti apa keseharian Jahari dalam menjalani aktifitas yang sudah di jalani nya lebih kurang 43 tahun lamanya.

Bejudul “IJUK” dengan durasi 25 menit semoga dapat menginspirasi setiap orang yang meniyaksikan kisah Dokumenter sang Petani Ijuk asal Pulau Midai.

“Leluhur saya hanya mengajarkan saya untuk tetap selalu tabah dan sabar dalam menjalani kehidupan, dan itu yang saya amalkan hingga saat ini,”kata Jahari

Semoga Tok Jahari senantiasa diberi kesehatan agar seluruh masyarakat Midai dapat merasakan manisnya hasil dari jeripaya yang di lakukan nya dengan penuh keikhlasan.

//Petaniku@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY