Kuasa Hukum Bantah BNI Punya Hutang ke UBJ

0
335

RASIO.CO, Batam – Kuasa Hukum PT. Bumi Natura Indonesia , Tantimin, SH, MH Bantah Kliennya berhutamg senilai 572 ribu dolar Singapura terhadap PT. UBJ terkait pemesanan material pembangunan 10 unit kapal tahun 2013.

Tantimin, SH, MH melalui konfrenpers. Sabtu(27/09) di Nagoya,  Ia mengatakan bahwa, ada perjanjian kerjasama antara PT. BNI dan PT. ITE ditahun 2013 s/2016 dimana direktur nya Pak Sasinan sedangkan UBJ juga sedangkan Aguan merupakan orang.kepercayaannya.

Baca juga :https://www.rasio.co/hakim-putuskan-gugatan-penggugat-tak-dapat-diterima-kuasa-hukum-banding/

Sehingga dipersidangan terbukti pemesanan barang material tanpa tanda tangan maupun stempel perusahaan BNI dan pernah perusahaan kliennya melakukan pembayaran, namun dari hasil audit indenpenden pengerjaan kapal 10 unit merugi.

“Tidak benar kliennya BNI berutang, yang ada kerjasama pengerjaan kapal BNI dan ITE dan UBJ supley material dimana perusahaam tersebut milik pak sasinan,”

“Dan dikuatkan putusan hakim Menerima Tangkisan/Esepsi Tergugat : Dalam Pokok Perkara,  dimana kurang pihak,” Kata Tantimin dikantornya.

Baca juga :https://www.rasio.co/sidang-gugatan-ubj-saksi-sebut-tergugat-bni-belum-bayar-hutang-pembelian-material/

Kata Tantimin,  Didalam persidangan penggugat membuktikan dalilnya, kami juga dimana salah satunya dalam esepsi kami sampaikan sebenarnya yang hutang itu terhadap UBJ bukan BNI bahwa hutang adalah hutang bersama. Dan ada perjanjiannya.

Sehingga esepsi kami dikabulkan hakim dan ada lima kami esepsi , esepsi masalah prematur, esepsi kurang pihak karena pihak IT harus dilibatkan, Esepsi prematur , esepsi  cacat hukum dan terakhir gugatan tidak bermaterai.

Baca juga: https://www.rasio.co/saksi-tergugat-sebut-bni-berhutang-ke-ubj/

Ada lima asepsi kami ajukan,  memang dari putusan tidak terbaca tapi yang jelas di siip disebutkan, Dan Mengadili Dalam Esepsi , Menerima Tangkisan/Esepsi Tergugat :Dalam Pokok Perkara

Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima
(Niet ontvankelijke verklaard) Menghukum Penggugat membayar biaya perkara sejumlah Rp506 ribu.

“Dari lima esepsi terbukti yang kedua yakni kurang pihak, kenapa? Karna ada pihak lain yang harus dilibatkan PT. ITE,”

“Artinya menurut kami yang dikabulkam yang kedua karena kurang pihak,”jelasnya.

Tantimin mengatakan, Dalam perkara ini kami tidak mempermasalahkan hutang piutang tetapi dalam perkara ini kami dapat membuktikan bahwa hutang ini ada pihak lain , namun tidak digugat.

Seharusnya digugat baru diselesaikan sesuai hukum, inilah kami esepsi disini karena ada perjaniian kerjasama antara PT. BNI dan ITE bukti ada perjanjian , perjanjian itulah membuat 10 kapal yang dipermasalahkan dalam perjanjian itu.

Dari perjanjian pembuatan 10 kapal itulah terjadi pengambilam material di UBJ dan itulah perlu kami jelaskan terhadap masyarakat dan media.karna sempat dipublis sehinggga klien kami resah.

“Kami kawatir nantinya namanya rusak dan bisa aja nanti tidak mau lagi bekerjasama dengan klien kami,”

“Sehingga kami diminta mengklarifkasi ke media agar tidak ada salah pengerian,”ujar Tantimin ke awak media.

Sebeluknya, hakim ketua Taufik Abdul Halim Nainggolan, S.H, Hakim anggota Dwi Nuramanu,S.H.Hum dan Yona Lamerossa Keteren,S.H,M.H. memutuskan menolak gugatan PT.UBJ. Kamis(24/09).

Dan Mengadili Dalam Esepsi , Menerima Tangkisan/Esepsi Tergugat :
Dalam Pokok Perkara


Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima
(Niet ontvankelijke verklaard)
Menghukum Penggugat membayar biaya perkara sejumlah Rp506 ribu.

Apri@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY