Kunjungi Lingga Tugu Khatulistiwa dan Tudung Manto Jadi Perhatian Wagub Kepri

0
50
Wakil Gubernur Kepri di Gedung Daerah Dabo Singkep. (Foto Istimewa)

RASIO.CO, Lingga – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina melakukan kunjungan pertama ke Kabupaten Lingga, bersilaturahmi bersama tokoh agama serta ormas Islam di Gedung Daerah Daik Lingga, Kabupaten Lingga, Kepri. Minggu (21/3/2021).

“Dalam kunjungan ini ada beberapa yang menjadi perhatian saya, yakni Tugu Khatulistiwa, Tudung Manto dan juga Pertanian,” kata Marlin Agustina dihadapan para tokoh Agama dan ormas Islam di Gedung Daerah Daik Lingga.

Wagub Kepri ini menyampaikan, sebagai Wakil Gubernur ia bisa memberikan saran kepada Pemerintah Provinsi Kepri, jika Tugu Khatulistiwa ini memang betul-betul dibutuhkan untuk icon apa salah nya, inilah kebanggan kita jika memang sudah ada satu icon, apalagi di Lingga sudah ada tentu nantinya orang akan datang untuk mencari, mudah-mudahan kedepan akan bisa di akomodir dan bisa di kembangkan lagi.

“Saya akan datang lagi ke Kabupaten Lingga yang khusus meninjau kesana (Tugu Khatulistiwa-Red), apa saja yang dapat kita kembangkan lagi disana mudah-mudahan dengan melihat secara lansung fisik nya, pada saat Musrenbang Provinsi nanti, ia akan berusaha bagaimana tugu itu untuk kedepan nya, karena di Indonesia katanya ada tiga dan salah satu nya di Lingga,” terangnya.

Untuk tudung manto, Marlin menjelaskan, sudah hak dan sudah menjadi icon Lingga sebenar nya, karena yang ia tau kalau tudung Manto pasti dari Lingga, kata nya Batam dan Tanjungpinang, juga ada yang memproduksinya dan sebenarnya ini bisa kita panggil karena yang pemegang hak itu hanya ada di Kabupaten Lingga, dan saya akan membuka jalur itu karena kalau pun mereka ini mengembangkan kita kerjasama dan harus seperti itu, jangan sampai hak kita ini diambil orang.

“Saya akan memanggil dan mempertemukan yang memproduksi tudung manto itu, dan kita mencari jalan tengahnya mau seperti apa kedepannya, karena ini betul-betul milik dari Kabupaten Lingga, jadi jangan sampai khazanah nya hilang karena itu adalah budaya,” paparnya.

Usulan anjungan Bunda Tanah Melayu, menurut Marlin, kalau untuk anjungan saya rasa tidak ada masalah, karena bagus kalau di tiap-tiap kabupaten/kota ada anjungan yang beragam, yang akan bermula dari kota Batam, selain itu, di Kabupaten Lingga ini yang saya lihat dan yang ada di pemikiran adalah pertanian, karena potensi dari pertanian adalah dikarenakan tanah di Lingga subur.

Sementara yang menjadi keluhan, lanjut Marlin, adalah masalah bantuan pupuk nya yang masih sedikit, sementara dalam visi-misi kami kemarin memang kita sudah merencanakan apa saja yang akan di bangun di kabupaten yang ada di Kepri, yang tentu saja melihat dari potensinya, salah satu nya Kabupaten Lingga ini adalah pertanian.

“Tapi komunikasi antara pemerintah kabupaten dengan provinsi harus tetap intens, dan jangan kawatir karena kita di dalam satu garis jadi komunikasi itu lebih mudah, apapun keluh kesahnya akan di akomodir serta akan di sarankan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Marlin menambahkan, banyak yang bisa kita lakukan dan kita kembangkan disini, selain budaya potensi alam yang bisa di kembangkan, dengan kepemimpinan seorang Bupati yang muda dan enerjik, harus bisa menerima pemikiran dan ide-ide dari senior.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa di bantu oleh masyarakat, tokoh masyarakat dan alim ulama, semuanya harus dirangkum jadi satu, sehingga dapat berjalan seperti apa yang di inginkan dan kesejahteraan bisa tercapai,” tutupnya.

Puspan

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY