Lagi, Beli Sabu di Kampung Aceh 0,05 gram Iwan dituntut Enam Bulan

0
191
foto/rasio.co

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) Mega Tri Astuti menuntut terdakwa Kurnia Iwan enam bulan penjara. Iwan dijerat jaksa pasal tunggal Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU R.I. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kurnia Iwan merupakan tangkapan BNNP Kepri dan saat ini menjalani rehabilitasi dengan barang bukti 0,05 gram sabu, ditangkap Oktober 2020 di wilayah Double D Residence Nagoya.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Ketua Christi E.N Sitorus , SH.,M.Hum didampingi dua hakim anggota diruang sidang Wirjono Prodjodikoro.

Diketahui, Terdakwa terbukti memakai sabu untuk konsumsi sendiri dan membeli di Kampung Aceh, Batam. terdakwa membeli sabu seharga Rp300 ribu dan terdakwa telah mengkonsumsi sabu dari tahun 2015.

Terdakwa memekai sabu mengunakan bonk dari botol aqua dilubangi lalu mengunakan dua pipet ukuran kecil untuk di sedot, selain itu mengunakan kaca pirex meletakkan sabu tersebut.

Terdakwa sejak 2018 sampai dengan sekarang dengan tingkat konsumsi dalam 1 minggu sebanyak 3 s/d 4 kali seminggunya dan apabila terdakwa tidak menggunakan shabu dalam 1 (satu) hari, maka terdakwa akan merasakan badan terasa lemas, dan mudah mengantuk.\

Namun apabila terdakwa menggunakan shabu maka badan terdakwa terasa lebih enak dan bersemangat dalam melakukan aktifitas.

Bahwa berdasarkan Berita Acara Rapat Pelaksanaan Asesmen Nomor: BA.TAT/10/X/2020/BNNP-KEPRI tanggal 26 Oktober 2020 atas nama terdakwa Kurnia Iwan yang ditandatangani oleh Tim Asesmen Dokter yaitu dr. Jimmy Wahyu Perdana dan Irma Yuni, M.Psi.Psi, serta Tim Asesmen Hukum yaitu Arif Bastari , SIK.MH, Masrum , dan Elan, SH.

Berkesimpulan bahwa kasus hukum terhadap terdakwa Kurnia Iwan direkomendasikan untuk tetap dilanjutkan dan selama proses hukum berlangsung terdakwa menjalani rehabilitasi selama 6 (enam) bulan di Loka Rehabilitasi Narkotika BNN Batam.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY