Lagi, Satlantas Amankan Pembalap Liar di Batam

0
152

RASIO.CO, Batam – Dalam rangka memberikan kenyamanan dan ketertiban bagi pengguna jalan raya, Satlantas Polresta Barelang melakukan penertiban aksi kebut-kebutan / balap liar di jalan raya, pada hari Sabtu (12/9) sekira pukul 23.30 Wib.

“Selain itu kegiatan tersebut bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 dengan menertibkan kerumunan massa yang tidak mengindahkan protokol kesehatan,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevani S.I.K., M.Si, Senin (14/9).

Lanjutnya, berdasarkan dengan surat perintah Kapolresta Barelang Nomor Sprin / 426 / IX / OPS 4.5./2020/ Satlantas untuk menertibkan aksi balap liar dan himbauan untuk membubarkan kerumunan massa yang tidak mematuhi protokol kesehatan diwilayah hukum Polresta Barelang.

“Kegiatan tersebut dimulai dengan melaksanakan apel yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevani S.I.K., M.Si, dan diikuti oleh tim berjumlah 33 personil yang dibagi menjadi 2 unit, yakni unit A 15 orang dan unit B 18 orang,” ujar Yunita.

Yunita menjelaskan, unit A bertugas melaksanakan patroli keliling wilayah Kota Batam dengan mengintensifkan patroli ditempat / jalan dan jam yang rawan balap liar dan kerumunan massa.

“Adapun wilayah tersebut yakni, seputaran Dataran Engku Putri, Ocarina Batam center, Bengkong, Nagoya, lubuk Baja, Batu Ampar, Seraya, Odessa dan seputaran wilayah Nongsa,” jelas Yunita.

Sementara unit B bertugas menertibkan balap liar dan membubarkan kerumunan massa apabila didapati informasi ada kegiatan balap liar dan kerumunan massa dari unit A.

Yunita menambahkan, terhadap masyarakat yang melaksanakan balap liar langsung dilakukan penilangan ditempat secara tegas dan humanis, sementara terhadap masyarakat yang berkerumun namun tidak melakukan protokol kesehatan, petugas akan memberikan himbauan secara sopan dan humanis untuk pulang kerumah membubarkan diri.

“Khusus untuk aksi Balap liar, akan dikenakan penerapan pasal tambahan yaitu pasal 283 UULAJ no 22 tahun 2009 dengan sanksi kurungan maksimal 3 bulan atau denda paling banyak Rp. 750 Ribu,” tegas Yunita.

Selain dari pasal pelanggaran lain yang diterapkan kepada si pengendara sepeda motor seperti contoh tidak memiliki SIM atau STNK.

Yunita menghimbau, jalan raya adalah milik kita bersama, jangan dijadikan arena untuk melakukan aksi balap liar karena selain membahayakan diri sendiri juga dapat mengancam jiwa orang lain sesama pengguna jalan raya.

Khusus untuk penertiban balap liar, kami dari Satlantas Polresta Barelang tidak bisa bekerja sendirian, dukungan dari masyarakat terlebih peran aktif orang tua dalam mengontrol kegiatan anak anaknya sangat dibutuhkan, awasi anak anda, sayangi jiwanya, jangan sampai nyawa anak bangsa melayang sia sia hanya karna ikut dalam balap liar.

Terlebih lagi di masa Pandemi Covid-19 ini, mari bersama kita cegah penularannya, jika tidak mendesak, tetaplah berada dirumah saja, dikarnakan masih cukup tingginya penyebaran Covid-19 di Kota Batam, mari bersama kita menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan membudayakan tertib berlalu lintas dijalan raya sebagai kebutuhan bersama, tutup Yunita.

Yuyun

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY