Lima Kasus besar Berpotensi Markus Bermain di Pengadilan

135

RASIO.CO, Batam – Kuat dugaan terindikasi markelar kasus(markus) mulai bermain dalam lima kasus besar untuk meringankan hukuman para terdakwa yang kasusnya saat ini sedang digelar dipersidangan PN Batam.

Informasi lapangan, diduga para markus mulai hilir mudik melobi para oknum jaksa dan hakim untuk meringankan para terdakwa dalam jaringan mafia Narkoba, mafia Pangan, mafia Judi maupun mafia kasus pengelepan.

Selain kasus sabu 1 ton dan kasus 1,6 ton sedang sidang, diduga markus berusaha bermain dalam kasus lainnya yang juga sedang disidangkan saat ini.

Dan diduga melibatkan oknum institusi seperti kasus jaringan sabu 63 kilo dengan terdakwa Bayu Wibowo dan Zainudin asal Kalimantan, anehnya diduga sidang kasus terkesan digesa dan saksi hanya melalui keterangan tertulis yang telah disumpah. dimana terakhir langsung pemeriksaan terdakwa dan pekan depan mendegarkan tuntutan JPU Mega.

Selain itu, diduga markus bermain dalam kasus-kasus pangan tampa izin edar asal Malaysia divonis ringan antara 2 bulan dan 6 bulan dan 4 lagi dalam proses sidang, ironisnya para terdakwa semua mendapat keistimewaan tahanan luar.

Selain itu, kasus dugaan kepemilikan 40 ribu pil ekstasi dengan terdakwa keempat terdakwa ,Tiu Hu How, Ngo Chee Wei, Lee Bing Chong dan Bong Hae Yuan melakukan transaksi ekstasi 40 ribu butir dikamar 722 planet hotel dimana NgoChee Wey alias SAS sedang menghitung ekstasi yang dikirim Ahao(DPO), Apa peran SAS dan kenapa sampai berhasil kabur dan ditetapkab DPO.

Anehnya barang bukti uang 240 ribu dolar beserta pil ekstasi sejumlah 40 ribu butir diakui Ngo Chee Wei dipersidangan dengan pemeriksaan terdakwa melaui penterjemah, padahal dalam dakwaan tidak ada.

Termasuk diduga dalam kasus dugaan TPPU, serta Perbankan dan pengelapan jabatan dengan terdakwa Lianti alias Yanti yang awalnya tampa pengacara kemudian karena hukuman sesuai pasal tinggi majelis hakim menunjuk Pengacara Prodeo.

Ironisnya terdakwa Lianti merupakan mantan Manager Opersional BPR Dana Makmur yang
berhasil manggaet dana nasabah puluhan milyar melalau rekening BPR Dana Makmur hanya sendiri masuk bui. bisakah Lianti bekerja sendiri?.

Lebih uniknya lagi kasus-kasus Dugaan perjudian Gelanggang Permainan(Gelper) serta Judi Bola Pimpong dan kasus-kasus pelayaran serta pemasok TKI Ilegal yang mendapat hukuman ringan yang diduga markus berhasil masuk terhadap oknum-oknum institusi nakal.

“Oknum-oknum jaksa nakal serta hakim nakal harus di pantau, kapan perlu laporkan ke KPK,” kata salah seorang sumber media rasio.co yang enggan di publis.

Sementara itu, Presiden Berlian (DPP)Achmad Rosano mengatakan, berbicara jaringan narkoba merupakan berbicara terkait keterlibatan para oknum intsitusi penegak hukum, bagaimana para mafia narkoba dan pelaku dapat dihukum ringan, maka artinya oknum tersebut merupakan penghianat bangsa.

“Artinya untuk mafia serta pelaku narkoba harus di brantas dan kami akan selalu memantau kasus-kasus besar narkoba yang disidang di PN Batam dimana berpotensi mendapat keringanan hukuman,” kata Rosano di Nagoya.

Kata Rosano, sebagai Negara dengan status Darurat Narkoba, maka keseriusan seluruh elemen untuk memberantas Narkoba harus bisa diuji. ” tidak hanya sekedar mengatakan mendukung pemberantasan Narkoba, jika kemudian ternyata oknum penegak hukum terlibat Narkoba.”ujar Rosano.

Selain itu, Rosano menambahkan, tidak hanya markus narkoba yang kita awasi, para mafia kasus lainnyapun tak terlepas dari pantauan karena pengadilan merupakan tempat masyarakat mencari keadilan, jika pengadilan sudah ternodai, kemana lagi masyarakat mencari keadilan hancur sudah negara ini?,” tutup Rosano.

Berikan komentar anda