Lingga Gesa Susun Perda PIKID dan Proposal IPRO

0
114
foto/Bupati bersama tim Pemkab Lingga saat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan BKPM di Jakarta. (Foto Forkopimda Lingga).

RASIO.CO, Lingga – Pemkab Lingga membuat terobosan mengairahkan investasi ke Lingga serta menggesa Perda Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi Daerah dan juga segera menyusun proposal Investment Project Ready to Offer.

IPRO ini nanti yang ditawarkan ke Kementerian Investasi dan BKPM untuk bisa dipromosikan sebagai bentuk keseriusan dalam upaya menggenjot investasi daerah. untuk itu, Bupati bersama tim Pemkab Lingga melakukan koordinasi dengan Kementerian Investasi dan BKPM di Jakarta. Kamis (9/12).

Nizar mengatakan, pihak Kementerian Investasi dan BKPM melalui Gatot Subyargo Wijayadi dari Direktorat Fasilitasi Promosi Daerah, banyak memberikan masukan dan catatan terhadap upaya keras Pemerintah daerah Kabupaten Lingga dalam promosi investasi daerah.

“Kami sadar Lingga tidak banyak dilirik dalam bidang investasi, karena tidak masuk dalam kawasan strategis nasional, seperti Batam, Bintan, Karimun atau pun Natuna. Maka kami harus rajin koordinasi dan jemput bola agar daerah kami dilirik. harapan kami Kementerian Investasi BKPM bisa mempromosikan Lingga ke investor,” kata Bupati Lingga, Muhammad Nizar dalam diskusi di Jakarta tersebut, melalui rilis yang diterima media.

Bupati Lingga segera menindaklanjuti berbagai masukan penyusunan Perda PIKID, dalam proses yang diharapkan segera bisa dirampungkan. sementara dalam penyusunan IPRO, Lingga akan menawarkan sebanyak mungkin potensi investasi unggulan yang dimasukkan dalam IPRO.

“Sebanyak-banyaknya yang diusulkan, rugi kalau hanya usulkan satu program unggulan saja dalam penyusunan IPRO, kami akan terus berkoordinasi dengan Pak Gatot dan teman-teman Kementerian Investasi dan BKPM,” terangnya.

Atas harapan ini, Gatot Subyargo mengaku telah membuat telaah terkait permasalahan investasi di Kabupaten Lingga. Ia menilai penyusunan Perda PIKID dan penyusunan IPRO harus disegera digesa. Pihaknya siap memberikan masukan dalam penyusunan ini.

“Saya tegaskan IPRO itu sangat penting. Visi misi kepala daerah akan tertuang di situ. apa target daerah ada di IPRO. silahkan membuat sebanyak- banyaknya. Potensi apa yang ditawarkan Kabupaten Lingga kami akan bantu promosikan, BKPM ada perwakilan di 8 negara,” papar Gatot.

Terkait Perda PIKID, Gatot menyarankan agar Pemkab Lingga segera mereview sejumlah perda tentang investasi. diantaranya, Perda nomor 8 Tahun 2016 tentang Retribusi Perpanjangan izin IMTA, Perda nomor 8 Tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Usaha, Perda nomor 9 Tahun 2018 tentang Retribusi Perizinan Tertentu dan Perda nomor 1 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah.

Acuan dalam menyusun Perda PIKID ini, jelas Gatot, antara lain Pasal 156 A Undang Undang nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Karya, Peraturan Pemerintah nomor 10 Tahun 2021 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Pasal 19 PP 24 Tahun 2019 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah.

“Jadi Perda PIKID ini mendorong kemudahan berusaha,” tegasnya.

Dalam agenda ke Kementerian Investasi dan BKPM, Bupati Lingga, Muhammad Nizar yang didampingi sejumlah OPD yakni, Kadis PUPR Lingga, Nofrizal, Plt Kepala BPPP, Nilawati, Kabag Hukum, M.Jaiz, Plt Kabag Protokol Widi Satoto, Kabag Tata Ruang, Fiza dan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lingga.

Ikut hadir Staf Khusus Bupati Lingga bidang Investasi, Ady Indra Pawennari. Selain itu, dalam diskusi juga hadir perwakilan dari Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu Kepri, Herrysan Putra.

Puspan

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY