Mahasiswa UNRIKA Tanam 1.200 Batang Mangrove

111

RASIO.CO, Batam – Berkaitan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2017-2018, Universitas Riau Kepulauan Batam mengirimkan 568 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di beberapa Kecamatan di Batam.

Dari jumlah 568 mahasiswa itu dibagi menjadi 25 kelompok yang terdiri atas 25-28 mahasiswa per kelompok, namun ada dua kelompok melakukan KKN di Pulau-Pulau bekerjasama dengan Tun Hussein Onn University of Malaysia.

Kelompok 17 yang dipimpin Adam Lagorza melakukan kegiatan penanaman 1.200 bibit
mangrove di perairan wilayah RT.05/RW.1 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan
Bengkong, Batam.

Menurut Adam , ada tiga program yakni penanaman bibit mongrove, pemeliharaan enthok/bebek, dan membina para ibu-ibu bidang usaha produk kerupuk pisang. Kerupuk pisang menjadi usaha ibu-ibu PKK di daerah itu.

Oleh sebab itu, mahasiswa menjadi menjadi pendamping dalam hal manajemen. mengatur
keuangan dan lain-lain sehingga produk tersebut selain laku dijual, juga menjadikan kegiatan ibu-ibu PKK itu terus berkembang.

Dengan tema ” Save our earth”, mahasiswa UNRIKA bekerjasama dengan Rumah Bakau
Indonesia menanam 1.200 bibit mangrove tersebut, dan yang melibatkan warga masyarakat untuk memelihara tanaman tersebut sehingga tumbuh dengan baik.

” Kami hanya membangkitkan semangat warga masyarakat akan tumbuh kesadaran penting dan manfaat mangrove,” kata Adam sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dalam kata sambutan perpisahan dan menandai berakhirnya KKN Mahasiswa UNRIKA di daerah itu.

Kepala Karang Taruna Kota Batam, Zul Arif mengucapkan terima kasih atas partisipasi
mahasiswa dalam hal penanaman mangrove ini. ” Jarang peduli pada lingkungan hidup seperti ini,” kata Zul Arif dihadapan warga dan mahasiswa serta perangkat kelurahan di sana. Ia mengemukakan, pihaknya selalu terbuka untuk kegiatan KKN seperti ini karena bimbingan bagi para ibu-ibu PKK sangat penting.

Rumbadi, S.H.,M.H mewakili Ketua LPPM UNRIKA menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI AL, perangkat desa/kelurahan, dan warga masyarakat yang antusias dalam kegiatan ini.

Tujuan KKN ini tak lain agar para mahasiswa mampu beradaptasi dengan masyarakat secara nyata, tidak hanya dalam kelas, tapi menyelami kehidupan masyarakat, dan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian.

Menyangkut penanaman mangrove, Rumbadi menjelaskan bahwa banyak manfaat mangrove itu Selain menahan ombak, erosi juga mampu mengOlah emisi karbon dioksida menjadi oksigen. ” Jadi perlu pohon mangrove itu,” kata mantan wartawan TEMPO wilayah Kepri, Singapura dan Malaysia ini.

Ia juga mohon maaf kepada warga masyarakat jika selama KKN ada mahasiswa yang kurang sopan, kurang baik dalam bertingkah laku, sebab itu tidak mereka sengaja, tapi disebabkan belum mengenal dirinya secara baik. ” Itu pula tujuan KKN ini, agar mereka menyadari kebiasaan buruk berubah menjadi kebiasaan baik”.ujarnya.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda