Manokwari dan Sorong Rusuh, Gubernur Papua Diminta Tak Tinggalkan Wilayah

0
163
Mendagri Tjahyo Kumolo

RASIO.CO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo  meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk tak meninggalkan wilayahnya, untuk sementara waktu. Hal ini merupakan buntut dari kerusuhan yang terjadi di Manokwari dan Kota Sorong, Papua Barat, kemarin.

“Saya kira sudah telepon ke Pak Gubernur Enembe. Sekarang menyelesaikan permasalahan di daerah dulu. Gubernur untuk tidak meninggalkan daerah dulu,” kata Tjahjo ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Jika persoalan di Papua sudah klir, Tjahjo mempersilakan Lukas bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di luar Papua. Pertemuan antara kedua gubernur itu memang diwacanakan, untuk menyelesaikan insiden di Surabaya, yang memantik kerusuhan di Papua.

“Nanti kita usulkan diundang Pak Menkopolhukam, Pak Kapolri, kemudian Gubernur Papua Barat sekaligus Gubernur Papua ketemu dengan mahasiswa di Malang, Surabaya,” kata Tjahjo.

Kerusuhan di Manokwari dan Kota Sorong, Papua Barat dipantik oleh insiden di asrama mahasiswa dari Papua di Surabaya pada Sabtu (17/8). Saat itu, 42 mahasiswa di asrama itu mengalami aksi diskriminasi dan rasis dari sosok yang diduga sebagai aparat keamanan dan ormas setempat.

Tjahjo mengatakan dari laporan Gubernur saat ini, kondisi di Papua dan Surabaya sudah lebih kondusif. Meski begitu, Tjahjo mengaku belum menentukan tindak lanjut pasca dibakarnya Gedung DPRD Papua Barat oleh massa.

“Ya kan belum tahu. Masih dicek dulu,” kata Tjahjo.

Insiden di Surabaya diduga karena tudingan bendera merah putih yang jatuh di dekat asrama mahasiswa tersebut. Aksi rasial dan diskriminatif ikut memancing aksi demonstrasi di Manokwari dan Kota Sorong, Papua Barat, dan berujung kerusuhan.

***

Sumber : Tempo.co

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY