RASIO.co, Rangoon – Kantor kepresidenan Myanmar, Rabu, 15 Februari 2017, mengungkapkan, nama orang ketiga yang terlibat dalam pembunuhan U Ko Ni, penasihat hukum pemerintahan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Tersangka otak pembunuhan pengacara muslim Myanmar itu adalah Aung Win Khaing, eks perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel di Angkatan Bersenjata Myanmar.

”Untuk melakukan aksinya, Aung Win Khaing membayar kakaknya, Aung win Zaw, sebesar 100 juta kyat atau sekitar Rp 984 juta untuk membunuh U Ko Ni, seorang pengacara muslim,” demikian bunyi siaran pers kantor kepresidenan.

Ternyata Aung Win Zaw tidak sendirian. Dia mengupah orang ketiga sebagai suruhan, yakni Kyi Lin, sekaligus algojo dalam penembakan ketika pengacara itu menunggu taksi.

Kyi Lin menembak roboh U Ko Ni di luar lapangan terbang internasional Rangoon pada 29 Januari 2017, pukul 17.00 waktu setempat.

Setelah menjalankan aksinya, dia kabur dari tempat kejadian perkara dengan menembak sopir taksi, tapi dia dikejar dan ditangkap pengemudi taksi lainnya.

Saat ini polisi menahan Aung Win Zaw di Negara Bagian Karen. “Berdasarkan pengakuan Aung Win Zaw, polisi berhasil mengidentifikasi Aung Win Khaing,” ujar kantor kepresidenan, Rabu.

Menurut polisi, Aung Win Khaing, 45 tahun, berada di bandara saat peristiwa pembunuhan itu berlangsung. “Di rekaman CCTV, tampak Aung Win Khaing memeriksa jadwal kedatangan U Ko Ni dari Indonesia.”

Kantor kepresidenan menerangkan, militer dan kepolisian sedang memburu Aung Win Khaing dan tersangka lainnya dalam konspirasi pembunuhan U Ko Ni.

Tempo.co

Berikan komentar anda