Menanti Tuntutan Jaksa Terkait Kasus Amin Pemilik 42 Ribu Ekstasi

0
504

RASIO.CO, Batam – Sudah hampir lebih kurang 124 hari masuk bergulir dipersidangan PN Batam kasus dugaan kepemilikan 42 ribu pil ekstasi dengan terdakwa Muhahammad Amin saat ini menuggu tuntutan JPU Batam.

Ironisnya, terdakwa Muhammad Amin, terkuak dipersidangan merupakan kurir, sedangkan Arwan (DPO) yang diduga bandar berhasil melarikan diri dan terdakwa Amin merupakan tangkapan Ditresnaroba Polda Kepri September 2017 lalu.

Amin ditangkap membawa 42 ribu butir ekstasi ditangkap di Pelabuhan Rakyat belakang RM Bundo Kanduang, Batuampar, Batam, Minggu (17/9/2017) pagi.

Saat diamankan tersangka membawa satu buah ransel hitam yang berisi ribuan pil ekstasi dan diantaranya diberikan logo B29 dan F1 pada masing-masing paket.

“Sudah kita amankan satu orang tersangka dengan inisial MA. Ia membawa satu buah tas ransel hitam yang berisikan 42.382 pil,” ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (20/9/2017). lalu.

Sementara itu, JPU Samuel Pangaribuan dikonfirmasi awak media terkait belum siapnya tuntutan terhadap terdakwa Muhammad Amin mengatakan, rentur masih berada di Kejagung, pasalnya kasus terdakwa sangat pelik karena barang bukti banyak.

“Kami masih menunggu dari Kejagung dan berkas tuntutan belum turun,” ujarnya singkat beberapa waktu lalu.

merupakan bandar dan meyuruh terdakwa menjemput barang haram diperbatasan perairan internasional (OPL) mengunakan speed pancung belum berhasil ditangkap aparat kepolisian September 2017 lalu.

Dalam pembacaan dakwaanny JPU menyampaikan, Bahwa awalnya pada hari Sabtu tanggal 16 September 2017 sekitar jam 16.00 Wib pada saat Terdakwa selesai makan di warung pinggir jalan yang berada di seberang jalan Hotel Planet Holiday Sei Jodoh Kota Batam dan berjalan menuju parkiran tempat sepeda motornya diparkir, tiba-tiba datang seorang laki-laki menghapirinya yang mengaku bernama Arwan (DPO).

Dan menawarkan pekerjaan kepada Terdakwa dengan mengatakan “Mau Ngak Kerja” lalu
ditanya Terdakwa “Kerja apa Bang ?” kemudian Arwan menjawab “ Kerja jemput barang
Narkoba (Ekstasi) ke tengah laut, nanti saya kasi upah Rp.5.000.000.- ,.

Sambil mengajak Terdakwa jalan dengan menggunakan sepeda motor Terdakwa ke arah
pelabuhan rakyat yang berada di belakang rumah makan bundo kandung Sei Jodoh, “kalau
mau nanti subuh saya tunggu di tempat ini” lalu dijawab Tersangka “Ya, saya mau”
kemudian Arwan(DPO) meminta nomor Handphone Terdakwa sambil mengatakan “Nanti
saya hubungi kamu” .

Setelah adanya kesepakatan tersebut lalu terdakwa pulang ke rumahnya di Batu Besar, lalu
keesokan harinya pada hari Minggu tanggal 17 September 2017 sekira jam 04.00 Wib,
Terdakwa dihubungi Awan(DPO) dan menanyakan kembali kepada Terdakwa “Mau
ngak, kalau mau saya tunggu sekarang di tempat yang tadi sore” lalu dijawab Terdakwa
“Oke Bang, saya datang”, .

lalu Terdakwa langsung berangkat dari rumahnya menuju Pelabuhan Rakyat di belakang Rumah Makan Bundo Kandung Sei Jodoh sesuai yang diperjanjikan sebelumnya dengan menggunakan sepeda motor dan setibanya ditempat yang diperjanjikan ternyata Arman(DPO) telah menunggu Terdakwa dan menyerahkan 1 buah tas ransel warna hitam merk Polo dan mengatakan “Nanti Barangnya taruh di dalam tas ini”.

Sambil meminta handphone milik Terdakwa untuk dipegangnya dan menyerahkan 1 unit handphone beserta kartunya kepada Terdakwa dan mengatakan “Nanti kau kuhubungi lewat Handphone ini” lalu Terdakwa disuruh naik boat pancung yang sudah disiapkan bersama tekongnya dan langsung berangkat ketengah laut antara Indonesia dengan Malaysia.

Sekitar setengah jam perjalanan tekong Boat pancung tersebut menghubungi seseorang dan memperlambat laju boat pancung tersebut dan tak lama kemudian datang 2 orang laki-laki dari arah perairan Malaysia dengan menggunakan speed boat fiber bermesin tempel 40 PK .

Lalu merapatkan speed boat tersebut ke boat pancung yang dinaiki Terdakwa, kemudian salah seorang dari laki-laki di speed boat tersebut berbicara sebentar dengan tekong lalu menghampiri Terdakwa dan menyerahkan 2 buah kantong plastik warna merah yang berisi pil ekstasi dan langsung diterima Terdakwa.

Setelah menerima 2 kantong plastik tersebut lalu boat pancung yang membawa terdakwa langsung jalan kembali menuju ke pelabuhan rakyat di belakang rumah makan bundo kandung sei jodoh, dan di dalam perjalanan tersebut Terdakwa memindahkan dari salah satu kantong plastik warna merah tersebut ke dalam tas ransel warna hitam merk polo yang dibawa terdakwa.

Dan memeriksa isi kantong plastik warna merah tersebut dan memastikan isinya adalah benar pil ekstasi, dan sekitar jam 06.15 Wib Terdakwa sampai di Pelabuhan Rakyat belakang rumah makan bundo kandung sei jodoh dan turun dari Boat pancung.

Terdakwa menuju ke parkiran sepeda motornya, dan pada saat Terdakwa akan menaiki sepeda motornya tiba-tiba datang beberapa orang yang tidak dikenal dan mendekati Terdakwa yang ternyata Polisi dari Ditres Narkoba Polda Kepri lalu Terdakwa digeledah berikut barang bawaannya dan ditemukan.

Bahwa berdasarkan Berita Acara Penimbangan barang bukti yang diduga Pil Ekstasi oleh
PT. Pegadaian (Persero) Cabang Batam nomor : 208/02400/2017 tanggal 18 September 2017
diperoleh jumlah Pil ekstasi sebanyak 42.382 butir dengan berat penimbangan barang bukti
yang diduga Pil ekstasi seberat 11,851 Gram.

Primair, Bahwa perbuatan terdakwa Muhammad Amin Alias Amin Bin Hamid sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dan Subsidair Bahwa perbuatan terdakwa Muhammad Amin Alias Amin Bin Hamid sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

APRI@www.rasio.co

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY