Merasa Dirugikan, Rusli Siap Hadapi Gugatan PT. Armada Baru Cakrawala di PN Batam

0
169

RASIO.CO, Batam – Merasa dirugikan, Rusli sebagai contractor dari PT. Armada Baru Cakrawala didampingi Kuasa Hukumnya Wan Darmayana Achmayu, S.H, M.H akan menghadapi gugatan dari PT. Armada Baru Cakrawala di Pengadilan Negri Batam, Jum’at (13/11).

Kuasa hukum Rusli, Wan Darmayana Achmayu, S.H, M.H mengatakan, pada tanggal 12 Agustus 2019 Tandrik Santoso selaku Direktur Utama PT. Armada Baru Cakrawala bersama Rusli selaku contraktor melakukan perjanjian pemborongan pekerjaan.

Wan Darmayana menjelaskan, dimana pekerjaan tersebut yakni pekerjaan pemotongan tanah dari Mitra Raya 2 dan tanahnya ditimbun ke lahan PT. Tri Sukses Jembartama, samping sekolah Mondial Batam Centre seluas 4 hektar.

Dari surat perjanjian kerja tersebut pihak pertama Tandrik Santoso telah menyepakati untuk upah sebesar Rp. 118 ribu diperuntukkan pembayaran lori, karena lori bukan milik pihak kedua yakni Rusli tapi melibatkan perorangan.

Selanjutnya disepakati dari Rp. 118 ribu tersebut yang mana pembayarannya pertrip yang ditagihkan perdua minggu.

“Awalnya tagihan perdua minggu lancar, nah pada saat penagihan terakhir di bulan Maret senilai Rp. 450 Juta mulai macet, dimana pihak pertama baru membayar Rp. 130 Juta dan masih terhutang Rp. 360 an Juta,” jelasnya.

Dikarenakan belum adanya pembayaran, Rusli tidak melanjutkan pekerjaan karena berkenaan dengan pembayaran perorangan. Kemudian Rusli mulai menagih dan terjadi kesepakatan bahwa pihak pertama tidak bisa membayar karena tidak ada uang, jadi Rusli menghentikan pekerjaan.

Kemudian tiba-tiba kuasa hukum pihak pertama datang memberikan surat peringatan somasi dan kemudian berujunglah gugatan prestasi di Pengadilan Negeri Batam.

“Kita pihak pertama Rusli didampingi kuasa hukumnya akan menghadapi gugatan tersebut di Pengadilan Negeri Batam,” tegasnya.

Wan menambahkan, dalam gugatan tersebut, mereka penggugat mengajukan jaminan terhadap lori-lori yang bukan milik Rusli, ini sudah persoalan baru. Namun ini tidak apa-apa, kita buktikan di Pengadilan Negeri Batam.

“Semua lori digugat sebagai jaminan, tapi mudah-mudahan semua tidak dikabulkan
karena itu bukan punya Rusli tapi milik perorangan. Termasuk rumah padahal rumahnya tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan ini,” tambahnya.

Untuk langkah selanjutnya, karena persoalan ini sudah masuk dalam ranah gugatan dalam Pengadilan Negeri Batam, maka kita sebagai pihak tergugat akan menghadapi penggugat dalam persidangan.

Sesuai dengan agenda, persidangan akan digelar pada kamis depan dan akan dilaksanakan pemeriksaan saksi dari penggugat, setelah itu baru pemeriksaan saksi dari kita. Jadi karena sudah masuk dalam ranah persidangan kita selesaikan melalui Pengadilan Negeri Batam, tutupnya.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY